• KEISLAMAN

Pentingnya Memilih Lingkungan Pergaulan Menurut Ajaran Agama Islam

Yahya Sukamdani | Kamis, 23/07/2026
Pentingnya Memilih Lingkungan Pergaulan Menurut Ajaran Agama Islam Ilustrasi foto teman bercanda

Terasmuslim.com - Lingkungan sosial tempat kita berinteraksi sehari-hari memiliki daya pengaruh yang sangat kuat terhadap pembentukan karakter seseorang.

Namun, kita harus menyadari bahwa tidak semua orang yang berada di dekat kita membawa dampak positif bagi keimanan.

Memilih lingkaran pertemanan bukanlah bentuk diskriminasi, melainkan langkah preventif untuk menjaga kesucian hati dan perilaku kita.

Allah SWT menggambarkan penyesalan orang-orang di akhirat yang salah memilih teman dekat melalui Surah Al-Furqan ayat 28-29.

Dalam ayat tersebut ditegaskan, "Wahai, celakalah aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan sebagai teman akrab(ku)."

Penyesalan mendalam itu timbul karena teman yang buruk dapat menyesatkan seseorang dari jalan kebenaran setelah petunjuk datang kepadanya.

Rasulullah SAW memberikan perumpamaan yang sangat indah mengenai dampak dari orang-orang di sekeliling kita dalam sebuah hadist riwayat Bukhari dan Muslim.

Beliau menganalogikan teman yang baik seperti penjual minyak wangi, sedangkan teman yang buruk bagaikan peniup cerobong tukang besi.

Duduk bersama penjual minyak wangi akan membuat kita tertular harumnya, sementara bergaul dengan peniup cerobong besi berisiko memercikkan api atau bau tidak sedap.

Selain itu, Rasulullah SAW juga mengingatkan dalam hadist riwayat Abu Dawud bahwa seseorang itu berada di atas agama atau kebiasaan teman dekatnya.

Pesan hadist tersebut secara eksplisit meminta kita untuk cermat dan teliti dalam menilai siapa yang layak dijadikan sahabat karib.

Teman yang sejati tidak hanya ada di saat kita senang, tetapi juga saling mengingatkan dalam kebaikan dan ketaatan kepada Allah SWT.

Sebaliknya, pergaulan yang toxic dan jauh dari nilai-nilai agama secara perlahan dapat mengikis kepekaan hati kita terhadap dosa.

Oleh karena itu, batasilah interaksi dengan lingkungan yang dapat merusak moral tanpa mengurangi rasa hormat dan sikap saling menyapa.

Mari kita bangun lingkaran pertemanan yang saling menguatkan iman, agar kelak kita dapat berkumpul kembali bersama di dalam surga-Nya.