• KEISLAMAN

Bahaya Shalat Cepat Terhadap Kekhusyukan dan Jiwa Umat

Yahya Sukamdani | Rabu, 07/10/2026
Bahaya Shalat Cepat Terhadap Kekhusyukan dan Jiwa Umat Ilustrasi shalat berjamaah di masjid

Terasmuslim.com - Mengerjakan shalat dengan tergesa-gesa tanpa tumaninah dapat merusak hakikat dan kualitas ibadah yang kita lakukan.

Allah SWT mengingatkan pentingnya menjaga khusyuk dalam Surah Al-Mu`minun ayat 1-2, "Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang yang khusyuk dalam shalatnya."

Ketika gerakan shalat dilakukan terlalu cepat, fikiran dan jiwa kita gagal terhubung secara utuh dengan Sang Pencipta.

Tumaninah atau tenang sejenak dalam setiap gerakan shalat merupakan rukun yang wajib dipenuhi agar shalat tersebut sah.

Rasulullah SAW pernah memerintahkan seorang sahabat untuk mengulangi shalatnya seraya bersabda, "Kembalilah dan shalatlah, karena sungguh engkau belum shalat." (HR. Bukhari dan Muslim).

Shalat yang dilakukan tanpa tumaninah diibaratkan seperti patung tanpa nyawa yang tidak membawa dampak spiritual pada pelakunya.

Pikiran yang sibuk memikirkan urusan duniawi saat shalat cepat membuat dada terasa hampa dan jauh dari kedamaian.

Ibadah yang terburu-buru juga menjadi cerminan dari kurangnya rasa hormat kita saat menghadap Allah Yang Maha Agung.

Dalam Surah Al-Ma`un ayat 4-5, Allah SWT menegaskan ancaman, "Maka celakalah orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya."

Lalai dalam ayat tersebut termasuk orang yang menyepelekan waktu dan rukun shalat dengan melaksanakannya secara asal dan cepat.

Rasulullah SAW juga menyebut pencuri terburuk adalah orang yang mencuri dalam shalatnya dengan tidak merukuk dan mejud secara sempurna (HR. Ahmad).

Kekhusyukan yang hilang akibat shalat cepat berdampak langsung pada ketenangan hati dan kontrol emosi kita sehari-hari.

Seseorang yang membiasakan diri tumaninah dalam shalat akan terlatih untuk lebih sabar dan bijaksana dalam menghadapi ujian hidup.

Oleh karena itu, mari kita perbaiki kualitas shalat kita dengan melambat, menghayati bacaan, serta menikmati setiap sujud dan rukuk.

Semoga Allah SWT menerima shalat kita dan menggolongkan kita ke dalam hamba-hamba-Nya yang senantiasa menjaga kekhusyukan.