Ilustrasi foto sedang berdzikir
Terasmuslim.com - Mengingat Allah SWT melalui dzikir merupakan kebutuhan utama yang menjaga jiwa seorang muslim agar tetap hidup dan tenang.
Ketika seseorang mulai jarang berdzikir, hatinya secara perlahan akan merasa hampa dan kehilangan kedamaian sejati.
Allah SWT menegaskan hubungan antara dzikir dan ketenangan jiwa dalam firman-Nya di Surah Ar-Ra`d ayat 28.
Dalam ayat tersebut ditegaskan, "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
Tanpa basahan zikir pada lisan dan hati, jiwa seseorang menjadi sangat rentan terserang rasa cemas, gelisah, serta stres berlebihan.
Rasulullah SAW menggambarkan perbedaan besar antara orang yang rajin berdzikir dan orang yang melalaikannya dalam sebuah hadits shahih.
Dalam hadits riwayat Bukhari, beliau bersabda, "Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dan orang yang tidak berdzikir seperti orang yang hidup dan mati."
Kelalaian dalam berdzikir membuat hati mengeras bagaikan batu sehingga sulit menerima kebenaran dan nasihat kebaikan.
Allah SWT memberikan peringatan keras dalam Surah Az-Zumar ayat 22 bagi orang-orang yang hatinya telah membeku dari mengingat-Nya.
Ayat tersebut menyatakan, "Maka celakalah mereka yang hatinya telah mengeras untuk mengingat Allah."
Hati yang jarang tersentuh zikir juga menjadi sasaran empuk bagi setan untuk membisikkan prasangka buruk serta kejahatan.
Dalam Surah Az-Zukhruf ayat 36, Allah menegaskan bahwa siapa yang berpaling dari mengingat-Nya akan dibiarkan didampingi oleh setan.
Kondisi tersebut membuat seseorang makin mudah terjerumus dalam maksiat serta kehilangan arah tujuan hidup yang sejati.
Oleh karena itu, membasahi lisan dengan zikir harian menjadi benteng utama agar hati senantiasa terpelihara dalam ketaatan.
Semoga Allah SWT senantiasa melembutkan hati kita dan menggolongkan kita ke dalam hamba-hamba-Nya yang selalu rajin berdzikir.