Ilustrasi muslim marah
Terasmuslim.com - Ibadah yang kita jalankan setiap hari seharusnya menjadi benteng utama dari perbuatan keji dan kemungkaran.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Ankabut ayat 45, "Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar."
Namun, realitanya banyak di antara kita yang rajin sholat tetapi masih sangat mudah tersulut emosi.
Hal ini terjadi karena ibadah yang dilakukan sering kali baru sebatas penggugur kewajiban fisik semata.
Ketika sholat belum diresapi dengan khusyuk, gerak jasmani tersebut tidak berpengaruh signifikan pada penataan jiwa.
Rasulullah SAW mengingatkan dalam hadis riwayat Bukhari, "Bukanlah orang kuat itu yang menang bergulat, melainkan orang yang mampu menahan dirinya saat marah."
Penyebab lainnya adalah penyakit hati yang belum dibersihkan, seperti sifat sombong, ujub, dan merasa diri lebih baik dari orang lain.
Setan kerap membisikkan rasa bangga atas ibadah kita, sehingga kita merasa paling benar dan mudah meremehkan kesalahan orang lain.
Padahal, akhlak yang buruk dapat menggerogoti pahala ibadah yang telah kita kumpulkan dengan susah payah.
Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menyebut orang yang rajin ibadah namun berakhlak buruk kepada sesama sebagai orang yang bangkrut (muflis).
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menyelaraskan antara kesalehan ritual (hablum minallah) dan kesalehan sosial (hablum minannas).
Allah SWT memuji orang-orang yang mampu menahan amarahnya dalam Surah Ali `Imran ayat 134, "Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain."
Mengendalikan emosi memerlukan latihan riyadhah an-nafs atau olah jiwa secara berkesinambungan melalui zikir dan muhasabah.
Apabila rasa marah mulai menguasai diri, mintalah perlindungan kepada Allah SWT, berwudu, dan ubahlah posisi tubuh sebagaimana diajarkan Nabi SAW.
Semoga Allah SWT menyempurnakan ibadah kita dengan akhlak yang mulia dan hati yang senantiasa tenang.