• KEISLAMAN

Hukum Keuntungan Bisnis Hasil Penipuan dalam Perspektif Islam

Yahya Sukamdani | Minggu, 16/08/2026
Hukum Keuntungan Bisnis Hasil Penipuan dalam Perspektif Islam Ilustrasi khawatir rezeki haram

Terasmuslim.com - Tawaran keuntungan bisnis yang melimpah sering kali menguji kejujuran dan integritas iman seorang Muslim dalam berbisnis.

Namun, keberhasilan finansial yang diraih dengan menyelipkan unsur penipuan atau kecurangan sama sekali tidak bernilai di hadapan Allah.

Islam melarang keras segala bentuk perolehan harta yang dilakukan secara zalim dan merugikan pihak lain.

Allah SWT menegaskan larangan ini dalam Surah Al-Baqarah ayat 188 agar umat Islam tidak memakan harta sesama dengan cara yang batil.

Keuntungan yang bersumber dari ketidakjujuran tidak akan pernah membawa keberkahan, melainkan menghancurkan ketenangan hidup penghasilnya.

Harta haram tersebut berpotensi menjadi penghalang terkabulnya doa-doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim menegaskan bahwa barang siapa yang menipu kita, maka ia bukan termasuk golongan kami.

Pernyataan tegas Nabi tersebut menunjukkan betapa bahagianya syaitan saat seorang pedagang atau pebisnis rela mengorbankan kejujuran demi materi.

Oleh karena itu, keuntungan hasil penipuan sama sekali tidak layak dipertahankan dan wajib segera dilepaskan dari kepemilikan.

Cara membersihkan harta haram tersebut adalah dengan bertaubat secara nasuha serta mengembalikan hak-hak milik orang yang telah dirugikan.

Jika pemilik aslinya tidak lagi dapat ditemukan, harta tersebut harus disalurkan untuk kemaslahatan umum tanpa mengharapkan pahala sedekah.

Meninggalkan bisnis jahat dan mengikhlaskan keuntungan haram merupakan bukti nyata dari ketakwaan yang hakiki.

Allah SWT berjanji dalam Surah At-Talaq ayat 2 bahwa barang siapa bertakwa, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar yang terbaik.

Menjaga kesucian rezeki jauh lebih berharga daripada memupuk harta kekayaan yang berisiko mengundang murka Allah di akhirat.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita untuk melangkah di jalan rezeki yang halal, jujur, dan penuh keberkahan.