• KEISLAMAN

Jerat Dosa Manipulasi Iklan Digital Menurut Syariat

Yahya Sukamdani | Minggu, 05/07/2026
Jerat Dosa Manipulasi Iklan Digital Menurut Syariat Ilustrasi foto jual beli online

Terasmuslim.com - Dunia digital hari ini memberikan kemudahan luar biasa bagi para pelaku usaha untuk mempromosikan produk mereka.

Namun, kompetisi yang ketat sering kali membuat sebagian oknum menghalalkan segala cara demi menarik minat konsumen.

Salah satu fenomena yang marak terjadi adalah manipulasi visual dan deskripsi produk yang berlebihan dalam iklan digital.

Praktik menggunakan filter berlebih, testimoni palsu, hingga menyembunyikan cacat barang termasuk dalam kategori penipuan (tadlis).

Islam secara tegas melarang segala bentuk rekayasa dan penipuan dalam transaksi perdagangan, termasuk lewat media digital.

Setiap pelaku usaha wajib memberikan informasi yang transparan dan jujur mengenai kondisi barang yang mereka tawarkan.

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil." (QS. An-Nisa: 29)

Rasulullah SAW juga mengingatkan dengan keras bahwa tindakan mengelabui pembeli akan memutuskan keberkahan dalam berniaga.

Promosi yang menipu mungkin mendatangkan omzet melimpah dalam sekejap, namun ia menyisakan tumpukan dosa di akhirat.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW secara personal menegaskan lepasnya ikatan golongan bagi mereka yang suka menipu.

"Siapa yang menipu kami, maka dia bukan termasuk golongan kami." (HR. Muslim)

Iklan digital yang tidak sesuai realitas juga melanggar hak khiyar atau hak memilih bagi konsumen yang merasa dirugikan.

Harta yang diperoleh dari hasil mengecoh ekspektasi pembeli dikategorikan sebagai harta haram yang tidak berkah.

Keberkahan bisnis digital hanya bisa diraih jika fondasi kejujuran dijunjung tinggi di atas algoritma media sosial.

Oleh karena itu, para kreator konten dan pemilik brand harus bertobat dan mulai membenahi narasi promosi mereka.

Mari jadikan ruang digital sebagai ladang pahala dengan menyajikan iklan yang jujur, edukatif, dan penuh berkah.