• KEISLAMAN

Lima Doa agar Terhindar dari Gangguan Sihir dan Hasad

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Kamis, 02/07/2026
Lima Doa agar Terhindar dari Gangguan Sihir dan Hasad Ilustrasi - iri hati dan dengki (Foto: AI)

Jakarta, Terasmuslim.com - Hasad (dengki) dan sihir merupakan dua hal yang dikenal dalam ajaran Islam.

Hasad adalah perasaan iri yang disertai keinginan agar nikmat yang dimiliki orang lain hilang, sedangkan sihir merupakan perbuatan yang dilarang karena memanfaatkan bantuan setan untuk mencelakakan orang lain.

Al-Qur`an mengakui keberadaan hasad dan sihir, namun umat Islam diajarkan untuk tidak takut secara berlebihan.

Sebaliknya, setiap Muslim dianjurkan memperkuat keimanan, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur`an, serta memanjatkan doa agar senantiasa berada dalam perlindungan Allah SWT.

Surah Al-Falaq merupakan salah satu surah yang dikenal sebagai Al-Mu`awwidzat, yakni surah yang digunakan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ۝ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ۝ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ۝ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ۝ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Qul a`ūdzu birabbil-falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri ghāsiqin idzā waqab. Wa min syarrin-naffātsāti fil-`uqad. Wa min syarri hāsidin idzā hasad.

Arti: "Katakanlah, `Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan segala sesuatu yang Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan penyihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.`"

Surah ini secara jelas menyebut perlindungan dari kejahatan penyihir dan orang yang memiliki sifat hasad.

Surah An-Nas juga menjadi bacaan yang dianjurkan Rasulullah SAW sebagai perlindungan dari berbagai gangguan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ۝ مَلِكِ النَّاسِ ۝ إِلَٰهِ النَّاسِ ۝ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ۝ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ۝ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Qul a`ūdzu birabbin-nās. Malikin-nās. Ilāhin-nās. Min syarril-waswāsil-khannās. Alladzī yuwaswisu fī shudūrin-nās. Minal-jinnati wan-nās.

Arti: "Katakanlah, `Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.`"

Rasulullah SAW juga mengajarkan doa perlindungan yang dapat dibaca setiap pagi dan petang.

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillāhilladzī lā yadhurru ma`asmihi syai`un fil-ardhi wa lā fis-samā`, wa huwas-samī`ul-`alīm.

Arti: "Dengan nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat memberikan mudarat, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Dalam hadis riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi disebutkan bahwa siapa yang membacanya tiga kali pada pagi dan petang, maka tidak akan ditimpa bahaya dengan izin Allah SWT.

Doa ini juga sering dibaca Rasulullah SAW sebagai perlindungan dari berbagai gangguan.

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

A`ūdzu bikalimātillāhit-tāmmāti min syarri mā khalaq.

Arti: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan seluruh makhluk yang Dia ciptakan."

Doa ini diriwayatkan dalam hadis sahih riwayat Muslim.

Ketika memohon kesembuhan dan perlindungan, Rasulullah SAW membaca doa berikut.

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Allāhumma rabban-nās, adzhibil-ba`sa, isyfi anta asy-syāfī, lā syifā`a illā syifā`uka, syifā`an lā yughadiru saqaman.

Arti: "Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Berilah kesembuhan, Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit sedikit pun."