Ilustrasi menasehati anak
Terasmuslim.com - Menasihati anak merupakan salah satu pilar penting dalam proses mendidik generasi saleh, namun cara yang keliru justru bisa berakibat fatal.
Banyak orang tua yang tanpa sadar sering kali mencampur adukkan antara niat tulus menasihati dengan luapan emosi atau amarah yang meledak-ledak.
Kesalahan fatal yang paling sering terjadi adalah menasihati atau menegur kesalahan anak di depan umum sehingga meruntuhkan harga diri mereka.
Dalam metode pendidikan Islam, menjaga perasaan dan kehormatan anak sejak dini sangat diutamakan agar mereka tidak tumbuh menjadi pribadi pendendam.
Allah SWT telah memberikan teladan terbaik mengenai cara berkomunikasi yang penuh kelembutan lewat kisah Luqman Al-Hakim di dalam Al-Qur`an.
"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: `Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah`." (QS. Luqman: 13).
Panggilan sayang "Hai anakku" (ya bunayya) menunjukkan bahwa sebuah nasihat harus diawali dengan ikatan kasih sayang yang sangat mendalam.
Rasulullah SAW juga selalu mengedepankan kelembutan, memilih waktu yang tepat, dan tidak pernah memaki anak kecil saat meluruskan kesalahan mereka.
Beliau bahkan secara tegas mengingatkan umatnya tentang pentingnya bersikap lemah lembut dalam segala urusan melalui sebuah hadis yang mulia.
"Sesungguhnya kelembutan itu tidak berada pada sesuatu melainkan ia akan memperindahnya." (HR. Muslim).
Menasihati dengan cara membanding-bandingkan anak dengan saudaranya atau anak orang lain juga menjadi kesalahan yang harus segera dihentikan.
Sikap membandingkan ini hanya akan menumbuhkan benih-benih benci, rasa tidak percaya diri, serta merenggangkan hubungan batin dengan orang tua.
Selain itu, orang tua sering kali menuntut anak mendengarkan nasihat, sementara mereka sendiri tidak memberikan contoh nyata dalam perilaku harian.
Anak adalah peniru yang sangat ulung, di mana mereka akan jauh lebih mudah mencontoh perbuatan nyata daripada sekadar mendengar rentetan teori ucapan.
Mari kita evaluasi kembali cara kita berkomunikasi dengan anak agar setiap nasihat yang keluar dari lisan kita dapat meresap indah ke dalam sanubari mereka.