Ilustrasi foto pamer barang-barang mewah
Terasmuslim.com - Fenomena mengunggah gaya hidup mewah dan kekayaan di media sosial kini telah menjadi tren yang kian marak.
Banyak orang berdalih bahwa kebiasaan memamerkan pencapaian materi tersebut dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah.
Namun, dalam ajaran Islam, terdapat batas yang sangat tipis antara mengekspresikan kesyukuran dan terjebak dalam dosa riya.
Islam mengajarkan bahwa syukur yang hakiki bersumber dari kerendahan hati dan pemanfaatan nikmat di jalan keridhaan-Nya.
Allah SWT mengingatkan bahaya sifat riya atau pamer dalam ibadah dan amal kebaikan pada Surah Al-Ma`un ayat 4 hingga 6.
Pamer nikmat secara berlebihan di ruang publik berpotensi besar memicu timbulnya niat untuk dipuji dan dikagumi sesama manusia.
Ketika niat di dalam hati bergeser demi mendapatkan pengakuan publik, maka nilai kebaikan nikmat tersebut akan sirna secara instan.
Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim menegaskan bahwa Allah tidak melihat pada bentuk rupa maupun harta, melainkan pada hati dan amal perbuatan.
Selain merusak niat, tindakan memperlihatkan kemewahan secara terbuka juga dapat melukai perasaan orang-orang yang sedang mengalami kesusahan.
Sifat pamer juga berisiko mengundang penyakit `ain, yaitu gangguan bahaya yang timbul akibat pandangan dengki atau kekaguman yang berlebihan.
Rasulullah SAW mengingatkan dalam hadis riwayat Muslim bahwa penyakit `ain itu nyata dan dapat berdampak buruk bagi kehidupan seseorang.
Memang benar bahwa Surah Ad-Duha ayat 11 menganjurkan hamba-Nya untuk menyebut-nyebut nikmat Allah sebagai bentuk syiar kesyukuran.
Namun, para ulama menjelaskan bahwa menyebut nikmat (tahadduts bin ni`mah) dilakukan dengan berbagi kebahagiaan dan bersedekah, bukan dengan pamer kemewahan yang menampakkan kesombongan.
Bijak dalam memilih konten yang diunggah di media sosial merupakan bentuk perlindungan diri dari bahaya penyakit hati dan fitnah duniawi.
Semoga Allah SWT senantiasa menjaga kesucian niat kita agar seluruh nikmat yang diterima membawa keberkahan serta kedamaian batin.