• KEISLAMAN

Mengenal Bentuk Ghibah Tersembunyi dalam Kehidupan Sehari-hari

Yahya Sukamdani | Minggu, 16/08/2026
Mengenal Bentuk Ghibah Tersembunyi dalam Kehidupan Sehari-hari Ilustrasi foto teknologi digital dalam penyebaran informasi

Terasmuslim.com - Banyak orang mengira bahwa tindakan ghibah atau menggunjing hanya terjadi melalui pembicaraan lisan secara langsung.

Padahal, dalam ajaran Islam, ghibah memiliki ranah yang jauh lebih luas dan sering kali tidak kita sadari keberadaannya.

Segala bentuk penyampaian keburukan orang lain yang tidak disukainya, baik lewat kata-kata maupun isyarat, termasuk dalam kategori ghibah.

Allah SWT melarang keras perbuatan ini dalam Surah Al-Hujurat ayat 12 dengan mengibaratkannya seperti memakan daging saudara sendiri yang telah mati.

Peringatan tegas tersebut menunjukkan betapa bahagianya syaitan ketika berhasil menjebak seorang Muslim dalam dosa pergunjingan.

Bentuk ghibah yang paling marak saat ini terjadi melalui media sosial, baik lewat unggahan tulisan, komentar, maupun sindiran halus.

Isyarat tubuh seperti lirikan mata yang merendahkan atau mimik muka mengejek juga merupakan bentuk ghibah tanpa suara.

Menirukan gaya berjalan atau nada bicara seseorang dengan maksud mengolok-olok termasuk perbuatan yang dilarang agama.

Bahkan, sekadar menganggukkan kepala atau tersenyum mengiyakan keburukan orang lain yang sedang dibicarakan sudah terhitung terlibat ghibah.

Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim menjelaskan bahwa ghibah adalah membicarakan saudaramu mengenai apa yang tidak disukainya.

Ketika sahabat bertanya bagaimana jika hal itu benar terjadi, Rasulullah menegaskan bahwa itulah ghibah, dan jika bohong maka itu buhtan (fitnah).

Sering kali ghibah terbungkus rapi dalam bentuk pura-pura prihatin atau ungkapan simpati yang tidak tulus di depan orang banyak.

Hati yang jernih akan senantiasa waspada agar tidak terjebak dalam pergunjingan yang terselubung oleh alasan apa pun.

Menjaga jemari, pandangan, dan sikap tubuh sama pentingnya dengan menjaga lisan dari dosa merendahkan martabat sesama.

Semoga Allah SWT senantiasa memelihara diri kita dari segala bentuk ghibah agar kebaikan dan kesucian batin tetap terjaga.