• KEISLAMAN

Solusi Islam Hadapi Beban Utang dan Penghasilan Terbatas

Yahya Sukamdani | Minggu, 16/08/2026
Solusi Islam Hadapi Beban Utang dan Penghasilan Terbatas Ilustrasi pusing utang riba bank

Terasmuslim.com - Beban utang yang terus menumpuk di tengah penghasilan yang terbatas kerap menjadi ujian finansial yang sangat menyulitkan.

Kondisi ini tidak jarang memicu kecemasan mendalam dan merenggut ketenangan hidup seorang Muslim beserta keluarganya.

Namun, Islam hadir memberikan arahan spiritual dan praktis agar setiap hamba mampu keluar dari himpitan ekonomi tersebut.

Langkah awal yang sangat krusial adalah meluruskan niat sejak awal untuk bersungguh-sungguh mengembalikan setiap rupiah yang dipinjam.

Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Bukhari menegaskan bahwa barang siapa mengambil harta orang lain dengan niat membayarnya, maka Allah akan bantu melunasinya.

Keyakinan akan pertolongan Allah harus diimbangi dengan perencanaan keuangan yang jujur, hemat, serta sesuai skala prioritas kebutuhan.

Islam juga mengajarkan pentingnya melakukan komunikasi yang baik dan sopan kepada pihak pemberi pinjaman tanpa harus bersembunyi.

Bagi pihak yang memberi utang, Allah SWT menganjurkan pemberian kelonggaran sebagaimana tertuang dalam Surah Al-Baqarah ayat 280.

Ayat tersebut menyebutkan bahwa jika orang yang berutang berada dalam kesulitan, maka berilah tenggat waktu sampai dia memperoleh kelapangan.

Selain berikhtiar secara maksimal, seorang Muslim diajarkan untuk merutinkan doa khusus agar terbebas dari jeratan utang dan sifat malas.

Rasulullah SAW mengajarkan doa perlindungan dari kebingungan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, serta himpitan utang sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud.

Memperbanyak istigfar juga menjadi kunci spiritual untuk membuka pintu-pintu rezeki yang sebelumnya terasa menyempit.

Allah SWT berjanji dalam Surah Nuh ayat 10 hingga 12 bahwa istigfar akan memohonkan ampunan sekaligus menurunkan rezeki yang melimpah.

Hindarilah jalan pintas yang melanggar syariat seperti menjerat diri dalam transaksi ribawi baru hanya demi menutup utang lama.

Dengan niat yang lurus, ikhtiar yang gigih, dan tawakal yang bulat, Allah pasti membukakan jalan keluar dari segala himpitan finansial.