Ilustrasi foto bersyukur atas rezeki
Terasmuslim.com - Persepsi bahwa rezeki orang lain selalu lebih melimpah merupakan ujian hati yang sering menghampiri setiap manusia.
Padahal, Allah Subhanahu wa Ta`ala telah membagi takdir serta porsi rezeki setiap hamba secara adil dan sempurna.
Sebagaimana ditegaskan dalam Surah Az-Zukhruf ayat 32, Allah Dialah yang menentukan penghidupan para hamba di dunia.
Rasa iri sering muncul karena manusia cenderung hanya melihat kenikmatan lahiriah yang ditampilkan oleh orang lain.
Padahal, apa yang tampak indah di permukaan belum tentu menyimpan kebahagiaan yang hakiki di dalamnya.
Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam mengingatkan kita untuk selalu melihat kepada orang yang berada di bawah kita.
Dalam hadis riwayat Muslim, beliau bersabda bahwa sikap tersebut akan mencegah kita dari meremehkan nikmat Allah.
Rezeki tidak terbatas pada materi atau harta benda, melainkan mencakup kesehatan, ketenangan jiwa, dan keluarga yang saleh.
Bisa jadi harta orang lain melimpah, namun Allah mengambil kenikmatan wujud kesehatan atau kedamaian pikirannya.
Setiap tambahan nikmat materi yang diterima seseorang selalu berbanding lurus dengan besarnya pertanggungjawaban di akhirat.
Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman dalam Surah At-Takasur ayat 8 bahwa setiap kenikmatan pasti akan dimintai pertanggungjawaban.
Sifat dengki atau hasad hanya akan merusak amalan kebaikan sebagaimana api menghanguskan kayu bakar yang kering.
Fokus membandingkan kehidupan pribadi dengan orang lain hanya akan mengikis rasa syukur yang ada di dalam dada.
Padahal, janji Allah dalam Surah Ibrahim ayat 7 sangat jelas bahwa bersyukur akan menambah nikmat hidup kita.
Mengikhlaskan takdir dan terus berikhtiar adalah kunci utama meraih ketenangan hidup yang penuh dengan keberkahan.