• KEISLAMAN

Panduan Islam Hadapi Teman yang Sulit Bayar Utang

Yahya Sukamdani | Kamis, 24/09/2026
Panduan Islam Hadapi Teman yang Sulit Bayar Utang Ilustrasi hutang

Terasmuslim.com - Meminjamkan uang kepada kerabat atau teman merupakan bentuk kepedulian sosial yang sangat dimuliakan dalam ajaran Islam.

Namun persoalan kerap timbul saat tenggat pembayaran tiba dan pihak peminjam belum sanggup melunasinya.

Kondisi ini makin pelik apabila pemberi pinjaman juga sedang terdesak kebutuhan finansial.

Islam telah memberikan petunjuk yang sangat lengkap dalam mengurai benang kusut urusan piutang ini.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengonfirmasi keadaan dan niat teman secara bijak dan tenang.

Pemberi pinjaman hendaknya menagih haknya menggunakan perkataan yang santun tanpa merendahkan martabat kerabatnya.

Rasulullah SAW bersabda, "Semoga Allah merahmati seseorang yang bersikap mudah ketika menjual, membeli, dan menagih utangnya" (HR. Bukhari).

Apabila teman tersebut benar-benar mengalami kesulitan ekonomi, Al-Qur`an memerintahkan kita untuk memberikan tenggang waktu.

Hal ini ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 280, "Dan jika (orang yang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan".

Memberikan kelonggaran bagi saudara yang kesulitan akan dicatat sebagai pahala sedekah yang bernilai melimpah.

Apabila kita sendiri sedang sangat membutuhkan uang, solusi skema cicilan bertahap dapat ditawarkan sebagai jalan tengah.

Namun jika peminjam sengaja menunda pembayaran padahal ia mampu, tindakan tersebut tergolong kezaliman.

Nabi SAW menegaskan, "Penundaan pelunasan utang oleh orang yang mampu adalah sebuah kezaliman" (HR. Bukhari & Muslim).

Jika upaya musyawarah tetap buntu, pelibatan pihak ketiga yang dipercaya dapat menjadi penengah yang adil.

Bila memungkinkan, memaafkan atau merelakan sebagian utang menjadi jalan mulia yang mendatangkan ampunan Allah SWT.