Ilustrasi seseorang sedang berdoa (Foto: Masjid Pogung Dalangan)
Terasmuslim.com - Doa merupakan senjata utama dan bentuk komunikasi antara seorang Muslim dengan Allah SWT.
Meskipun Allah telah menjanjikan akan mengabulkan doa hamba-Nya, tidak sedikit orang yang merasa permintaannya belum juga terwujud meski telah dipanjatkan berulang kali.
Dalam pandangan syariat Islam, belum terkabulnya sebuah doa tidak selalu bermakna penolakan dari Tuhan. Kerap kali, doa tersebut terhalang oleh perbuatan atau kondisi dari sang pendoa itu sendiri.
Agar permohonan yang dipanjatkan dapat menembus pintu langit, umat Islam perlu mengevaluasi diri dari hal-hal yang dapat membatalkan atau menghalangi doa.
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini lima hal utama yang menjadi penyebab terhalangnya doa:
1. Mengonsumsi Makanan dan Minuman Haram
Sesuatu yang masuk ke dalam tubuh memiliki pengaruh besar terhadap kualitas ibadah, termasuk doa. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menceritakan tentang seorang musafir yang menengadahkan tangannya ke langit untuk berdoa.
Namun, makanan, minuman, dan pakaian yang dikenakannya berasal dari harta yang diharamkan. Rasulullah menegaskan, sangat mustahil doa orang tersebut akan dikabulkan selama tubuhnya masih diberi nutrisi dari sumber yang tidak halal.
2. Hati yang Lalai dan Tidak Yakin
Syarat mutlak dalam berdoa adalah kehadiran hati dan keyakinan penuh bahwa Allah SWT akan mengabulkannya. Berdoa yang hanya sebatas ucapan di lisan tanpa penghayatan maknanya akan menjadi doa yang hampa.
Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah tidak akan mengabulkan permohonan dari hati yang lalai, tidak fokus, dan dipenuhi keraguan akan kekuasaan-Nya.
3. Sikap Tergesa-gesa (Isti`jal)
Penyebab terhalangnya doa yang sering tidak disadari adalah sikap tergesa-gesa. Sifat ini muncul ketika seseorang merasa sudah banyak berdoa namun permintaannya belum juga terwujud, sehingga ia berputus asa dan akhirnya berhenti berdoa.
Sikap menuntut agar Allah mengabulkan doa sesuai dengan tenggat waktu manusia ini sangat dibenci, karena segala ketetapan dan waktu terbaik mutlak berada di tangan Allah.
4. Berdoa untuk Keburukan atau Memutus Silaturahmi
Doa yang berpotensi dikabulkan adalah doa yang berisi kebaikan. Jika seseorang menengadahkan tangan untuk memohon keburukan, kezaliman bagi orang lain, perbuatan dosa, atau memutus tali persaudaraan (silaturahmi), maka doa tersebut secara otomatis tertolak.
Islam mengajarkan agar doa digunakan sebagai sarana untuk mendatangkan rahmat, bukan untuk memantik permusuhan atau keburukan.
5. Mengabaikan Amar Makruf Nahi Mungkar
Peduli terhadap lingkungan sosial dengan mengajak pada kebaikan (amar makruf) dan mencegah kemungkaran (nahi mungkar) adalah kewajiban kolektif umat Islam.
Ketika sebuah masyarakat bersikap apatis dan membiarkan kemaksiatan merajalela di sekitarnya tanpa ada upaya pencegahan, hal ini dapat menjadi penghalang turunnya rahmat. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa pembiaran terhadap kemungkaran dapat membuat doa-doa orang saleh di tengah masyarakat tersebut ikut terhalang.