• KEISLAMAN

Dampak Kesibukan Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak

Yahya Sukamdani | Minggu, 16/08/2026
Dampak Kesibukan Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak Ilustrasi foto suami sibuk dan istri bersama anak di rumah

Terasmuslim.com - Tuntutan ekonomi dan karier sering kali membuat orang tua menghabiskan sebagian besar waktunya di luar rumah.

Tanpa disadari, berkurangnya kehadiran orang tua dapat membawa dampak serius bagi perkembangan mental dan pendidikan anak.

Islam menempatkan orang tua sebagai madrasah utama yang bertanggung jawab penuh atas pembentukan karakter dan akidah sang buah hati.

Ketika kesibukan memotong waktu kebersamaan, anak rentan kehilangan figur keteladanan dan bimbingan moral yang krusial.

Allah SWT memberikan peringatan tegas dalam Surah At-Tahrim ayat 6 untuk menjaga diri dan keluarga dari siksa api neraka.

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa pemenuhan materi tidak boleh mengabaikan kewajiban utama dalam membina akidah anak.

Kurangnya pendampingan dari orang tua sering kali menyebabkan anak mencari perhatian di luar rumah yang belum tentu bernilai positif.

Secara emosional, anak yang kurang mendapatkan kasih sayang cenderung mengalami krisis kepercayaan diri dan kesulitaan dalam belajar.

Rasulullah SAW menegaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim bahwa setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya, termasuk orang tua atas anaknya.

Mendidik anak bukan sekadar membiayai sekolah mereka, melainkan memberikan waktu, perhatian, serta pengajaran ilmu agama yang memadai.

Dalam hadis lain riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa tidak ada pemberian orang tua yang lebih utama daripada pendidikan akhlak yang baik.

Kesibukan yang tidak terkontrol dapat merenggangkan ikatan batin serta mengurangi efektivitas komunikasi antara orang tua dan anak.

Oleh karena itu, orang tua perlu meluangkan waktu berkualitas untuk mendampingi proses tumbuh kembang dan pendidikan buah hati.

Menyeimbangkan antara mencari nafkah dan mendidik anak merupakan bentuk ketakwaan yang akan melahirkan generasi pembawa keberkahan.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan bagi para orang tua untuk mendidik anak-anak mereka menjadi generasi yang shalih dan shalihat.