Ilustrasi - Pencatatan Akad Nikah (Fot: Pexels/Rizki Koto)
Terasmuslim.com - Pernikahan dalam Islam bukan sekadar ikatan emosional dan pemenuhan kebutuhan biologis semata.
Lebih dari itu, membangun bahtera rumah tangga adalah sebuah ibadah terpanjang yang menguras energi serta emosi.
Agar ikatan suci ini tidak mudah goyah, setiap pasangan wajib menata niatnya murni lillahi ta`ala (karena Allah Ta`ala).
Ketika ridha Allah menjadi tujuan utama, segala riak dan ujian dalam pernikahan akan terasa lebih ringan dilalui.
Allah SWT sendiri telah menegaskan bahwa pernikahan adalah salah satu tanda kebesaran-Nya yang penuh rahmat.
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang." (QS. Ar-Rum: 21)
Tujuan luhur untuk meraih ketenteraman (sakinah) hanya bisa dicapai jika syariat Islam diterapkan di dalam rumah.
Saling memahami hak dan kewajiban antara suami dan istri menjadi kunci utama keharmonisan keluarga.
Rasulullah SAW juga memberikan standar terbaik dalam menilai kualitas keimanan seorang pria melalui cara ia memperlakukan istrinya.
Beliau SAW bersabda, "Orang yang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan sebalik yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya." (HR. Tirmidzi)
Hadist ini menjadi pengingat bagi para suami untuk selalu melembutkan sikap dan membimbing keluarga dengan penuh kasih sayang.
Begitu pula bagi istri, ketaatan kepada suami dalam hal kebaikan merupakan jalan pintas menuju surga-Nya.
Rumah tangga yang dibangun karena Allah tidak akan mudah hancur hanya karena ego sektoral atau masalah materi.
Setiap konflik yang timbul akan selalu dikembalikan kepada solusi yang dituntun oleh Al-Quran dan sunnah Nabi.
Mari kita perbarui niat pernikahan kita hari ini agar setiap lelahnya bernilai pahala dan berujung di jannah.