Ilustrasi foto belajar agama di majelis ilmu dengan guru
Terasmuslim.com - Menuntut ilmu agama merupakan kewajiban suci bagi setiap Muslim demi meraih keridhaan Allah SWT dan kebahagiaan hakiki.
Namun, metode mempelajari Islam secara meloncat-loncat tanpa meniti fondasi dasar dapat menimbulkan dampak buruk pada kepribadian.
Seseorang yang langsung mempelajari masalah hukum yang rumit tanpa dibekali adab dan akidah dasar rentan menjadi sosok yang keras hati.
Fenomena ini sering kali membuat seorang penuntut ilmu merasa lebih pintar, suka menghakimi, hingga dengan mudah merendahkan sesama.
Padahal, Al-Qur`an diturunkan secara bertahap agar pesan-pesan keimanan dan akhlak terserap secara kokoh ke dalam jiwa.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra` ayat 106 bahwa Al-Qur`an diturunkan secara berangsur-angsur agar dibacakan kepada manusia secara perlahan.
Metode bertahap ini diajarkan oleh Rasulullah SAW agar pembinaan akidah dan akhlak mendahului hukum-hukum yang bersifat kompleks.
Para sahabat Nabi senantiasa mempelajari keimanan serta adab terlebih dahulu sebelum mereka mendalami hafalan ayat dan hukum.
Rasulullah SAW menegaskan misi utama kerasulannya dalam hadis riwayat Ahmad, yaitu semata-mata untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.
Jika aktivitas belajar agama justru memicu kesombongan dan merusak keharmonisan interaksi sosial, tentu ada yang salah dalam metodenya.
Imam Malik pernah menasihatkan agar seseorang mempelajari adab dan akhlak sebelum melangkah untuk mempelajari suatu cabang ilmu.
Ilmu yang diserap secara melompat-lompat tanpa bimbingan guru yang lurus cenderung membuahkan pemahaman yang dangkal dan merasa paling benar.
Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Nabi SAW mengingatkan agar tidak menuntut ilmu hanya untuk membanggakan diri di hadapan para ulama atau mendebat orang bodoh.
Ilmu agama yang berkah dan sejati ditandai dengan makin bertambahnya rasa takut kepada Allah serta semakin lembutnya sikap kepada sesama.
Oleh karena itu, kembalilah menuntut ilmu syar`i secara sistematis dari dasar agar agama menjadi penuntun akhlak mulia dalam kehidupan.