• KEISLAMAN

Adab Murid Penting Sebelum Menuntut Ilmu Agama Islam

Yahya Sukamdani | Sabtu, 26/09/2026
Adab Murid Penting Sebelum Menuntut Ilmu Agama Islam Ilustrasi menuntut ilmu keislaman

Terasmuslim.com - Adab merupakan fondasi utama yang wajib dimiliki oleh setiap pencari ilmu sebelum menyerap kedalaman suatu disiplin ilmu.

Para ulama salaf senantiasa mendahulukan mempelajari adab selama berpuluh-puluh tahun sebelum mereka duduk mempelajari ilmu hadis maupun fikih.

Allah SWT menegaskan pentingnya adab dan penghormatan kepada pembawa ilmu sebagaimana tercantum dalam Al-Qur`an Surah Al-Mujadilah ayat 11 tentang tingginya derajat orang berilmu.

Target utama seorang penuntut ilmu bukan sekadar menumpuk hafalan, melainkan meraih keberkahan serta pemahaman yang bermanfaat bagi kehidupan.

Langkah awal adab seorang murid adalah meluruskan niat semata-mata mencari ridha Allah SWT dan mengikis kebodohan diri.

Rasulullah SAW mengingatkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim bahwa setiap amalan sangat bergantung pada niat di dalam hati.

Adab penting berikutnya adalah menunjukkan rasa hormat, tawadhu, serta tidak bersikap sombong di hadapan guru yang mengajar.

Allah SWT mengabadikan contoh keagungan adab murid dalam Al-Qur`an Surah Al-Kahf ayat 66 ketika Nabi Musa AS memohon izin untuk belajar kepada Nabi Khidir AS dengan penuh kerendahan hati.

Seorang murid juga dituntut untuk menyimak pelajaran dengan tenang serta tidak menyela pembicaraan guru saat materi disampaikan.

Dalam hadis riwayat Ath-Thabrani, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk mempelajari ilmu beserta ketenangan dan ketenteraman jiwa.

Selain itu, mendoakan kebaikan bagi para guru merupakan wujud manifestasi adab tertinggi yang mendatangkan keberkahan ilmu.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Abu Dawud bahwa barangsiapa yang telah berbuat kebaikan kepadamu, maka balaslah atau doakanlah dirinya.

Murid yang mengabaikan adab berisiko kehilangan keberkahan ilmu meskipun memiliki hafalan dan teori yang sangat luas.

Imam Malik rahmatullah `alaih pernah menasihatkan kepada seorang pemuda Quraisy untuk mempelajari adab sebelum mempelajari ilmu pengetahuan.

Dengan menjaga adab secara konsisten, seorang Muslim tidak hanya menjadi cerdas secara intelektual tetapi juga mulia secara akhlak di hadapan Allah SWT.