Ilustrasi Abu Bakar dan Umar (Foto: Sindonews)
Terasmuslim.com - Sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq merupakan figur teladan utama dalam membenarkan risalah dakwah Rasulullah SAW.
Keimanan beliau yang kokoh tercermin dari kesediaannya mengorbankan seluruh harta benda demi perjuangan Islam.
Ketika Rasulullah SAW bertanya tentang harta yang tersisa, Abu Bakar menjawab dengan penuh keyakinan bahwa ia menyisakan Allah dan Rasul-Nya.
Sikap keteladanan tersebut ditegaskan dalam hadis riwayat Abu Dawud yang menggambarkan betapa tingginya tingkat kecintaan beliau kepada kebenaran agama.
Iman sejati tidak dapat diukur dengan nilai materi maupun dibeli dengan kemewahan duniawi yang fana.
Kisah keberanian Abu Bakar juga terukir indah saat beliau menemani Nabi Muhammad SAW berhijrah menuju Madinah.
Dalam kesempitan Gua Tsur, kecemasan Abu Bakar ditenangkan langsung oleh lisan mulia Rasulullah SAW.
Peristiwa bersejarah tersebut diabadikan di dalam Al-Qur`an Surah At-Taubah ayat 40 yang menguatkan ketenangan jiwa orang-orang beriman.
Allah SWT berfirman: "Janganlah engkau berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita".
Keteguhan iman Abu Bakar kembali teruji tatkala beliau tanpa ragu membenarkan peristiwa luar biasa Isra Mikraj.
Atas pembenaran tanpa keraguan tersebut, beliau dianugerahi gelar Ash-Shiddiq langsung oleh Rasulullah SAW.
Al-Qur`an menggambarkan peningkatan iman para hamba-Nya yang setia melalui Surah Ali `Imran ayat 173.
Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa ancaman dunia justru semakin memperkuat ketakwaan dan ketakutan mereka hanya kepada Allah SWT.
Pelajaran berharga dari kehidupan sahabat r.a. mengajarkan umat Islam agar menempatkan tauhid di atas segala urusan.
Semoga ikhtiar meneladani keteguhan Abu Bakar dapat mengokohkan akidah kita dalam menghadapi ujian zaman.