Ilustrasi seorang Nabi sedang berdoa kepada Allah SWT (Foto: AI)
Terasmuslim.com - Nabi Ishaq AS adalah putra kedua Nabi Ibrahim AS yang lahir dari rahim Ibunda Sarah sebagai kabar gembira dari para malaikat.
Kelahirannya merupakan mukjizat nyata karena terjadi saat kedua orang tuanya telah mencapai usia yang sangat senja.
Allah SWT menyebutkan keutamaan Nabi Ishaq dalam Al-Qur`an sebagai hamba yang memiliki kekuatan besar dan ilmu yang tinggi.
Dalam Surat Shad ayat 45, Allah berfirman: "Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya`qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi."
Beliau mewarisi risalah tauhid dari ayahnya untuk mendakwahi penduduk negeri Syam agar senantiasa menyembah Allah semata.
Dari garis keturunan Nabi Ishaq inilah kemudian lahir Nabi Ya`qub AS yang juga ditetapkan Allah sebagai seorang Nabi pilihan.
Nabi Ya`qub AS, yang juga dikenal dengan julukan Israil, menjadi bapak dari para nabi besar dalam sejarah Bani Israil.
Kepribadian Nabi Ya`qub sangat menonjol dalam hal kesabaran, terutama saat menghadapi ujian terkait putra kesayangannya, Nabi Yusuf AS.
Al-Qur`an mengabadikan doa dan sikap tawakal Nabi Ya`qub melalui kalimat Sabrun Jamil atau kesabaran yang indah.
Beliau mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah meski sedang berada dalam kesedihan yang mendalam.
Kisah mereka membuktikan bahwa kesalehan orang tua memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap karakter dan kualitas anak cucu di masa depan.
Rasulullah SAW memuji kemuliaan silsilah ini dengan menyebut Nabi Yusuf sebagai orang mulia, putra orang mulia, cucu orang mulia (HR. Bukhari).
Nabi Ishaq dan Nabi Ya`qub menjadi jembatan sejarah yang menjaga nyala api dakwah tauhid tetap berkobar di bumi Palestina.
Wasiat Nabi Ya`qub kepada anak-anaknya menjelang wafat menunjukkan kekhawatiran utamanya adalah tentang kemurnian akidah generasi penerus.
Semoga keteguhan iman kedua nabi ini menjadi inspirasi bagi kita dalam membangun keluarga yang bertaqwa di era modern.