• KISAH

Mukjizat Burung Nabi Ibrahim dan Bukti Hari Kebangkitan

Yahya Sukamdani | Minggu, 24/05/2026
Mukjizat Burung Nabi Ibrahim dan Bukti Hari Kebangkitan Ilustrasi burung gagak (Foto: Wikipedia)

Terasmuslim.com - Kisah Nabi Ibrahim AS dan empat ekor burung merupakan salah satu mukjizat agung yang dihadirkan Al-Qur`an untuk meneguhkan keyakinan tentang hari kebangkitan.

Peristiwa ini bermula saat kekasih Allah tersebut memohon sebuah pembuktian visual yang nyata mengenai bagaimana cara Allah SWT menghidupkan kembali jasad yang telah mati.

Permohonan ini diajukan bukan karena keraguan di dalam hati beliau, melainkan demi mencapai tingkat kemantapan iman yang paling tinggi dan menenteramkan jiwa.

Allah SWT kemudian mengabadikan dialog sarat makna antara Sang Pencipta dan hamba pilihan-Nya ini di dalam lembaran suci Surah Al-Baqarah.

"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: `Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati`." (QS. Al-Baqarah: 260).

Sebagai jawaban atas permohonan tersebut, Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk mengambil empat ekor burung lalu mencincangnya menjadi bagian-bagian kecil.

Potongan-potongan tubuh burung yang telah bercampur baur itu kemudian diletakkan secara terpisah di atas beberapa puncak bukit yang saling berjauhan.

Nabi Ibrahim AS lalu diperintahkan untuk memanggil burung-burung tersebut dari jarak jauh dengan keyakinan penuh pada kekuasaan mutlak Illahi.

Seketika itu juga, bagian-bagian tubuh yang terpisah tersebut saling terbang mencari pasangannya dan menyatu kembali menjadi burung utuh yang hidup seperti sedia kala.

"Kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera." (QS. Al-Baqarah: 260).

Kejadian luar biasa ini memotong semua logika kemanusiaan dan membuktikan bahwa bagi Allah, mengembalikan kehidupan adalah perkara yang sangat mudah.

Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat juga menegaskan posisi kemuliaan Nabi Ibrahim AS yang senantiasa berada dalam bimbingan keyakinan yang lurus.

Beliau bersabda, "Kita lebih berhak untuk merasa ragu daripada Ibrahim ketika ia berkata: `Ya Tuhanku perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati`." (HR. Bukhari).

Melalui hadis ini, Rasulullah SAW memuji sifat manusiawi para nabi sekaligus menegaskan bahwa pencarian ketenteraman iman adalah hal yang sangat terpuji.

Mukjizat empiris ini sekaligus menjadi hantaman keras bagi kaum materialis yang kerap meragukan adanya kehidupan pasca-kematian di akhirat kelak.

Pada akhirnya, kisah empat ekor burung ini meninggalkan pesan editorial yang abadi bahwa setiap serpihan jasad manusia tidak akan pernah luput dari kuasa kebangkitan Allah SWT.