• KEISLAMAN

Panduan Islam dalam Menjaga Kerukunan Hakiki Antarumat Beragama

Yahya Sukamdani | Sabtu, 06/06/2026
Panduan Islam dalam Menjaga Kerukunan Hakiki Antarumat Beragama Ilustrasi suasana bertetangga

Terasmuslim.com - Menjaga kerukunan antarumat beragama merupakan salah satu pilar utama untuk mewujudkan kedamaian hidup di tengah masyarakat yang majemuk.

Islam secara komprehensif telah meletakkan fondasi toleransi yang kokoh agar umat manusia dapat hidup berdampingan secara harmonis.

Prinsip utama dalam berinteraksi dengan pemeluk agama lain adalah larangan tegas terhadap adanya paksaan dalam menganut keyakinan.

Hal ini digariskan secara gamblang oleh Allah SWT dalam Al-Qur`an Surah Al-Baqarah ayat 256 tentang kebebasan beragama.

"Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas perbedaan antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat." (QS. Al-Baqarah: 256).

Prinsip tersebut diperkuat lagi dengan ketetapan teologis yang sangat populer dalam Surah Al-Kafirun ayat 6 mengenai batas akidah.

"Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku." (QS. Al-Kafirun: 6).

Dalam dimensi sosial, Islam juga memerintahkan umatnya untuk selalu berbuat baik dan berlaku adil kepada sesama manusia tanpa memandang latar belakang iman mereka.

Allah SWT menegaskan dalam Surah Al-Mumtahanah ayat 8 bahwa berbuat baik kepada non-Muslim yang tidak memerangi Islam adalah hal yang dicintai-Nya.

Rasulullah SAW dalam rekam sejarahnya telah memberikan teladan nyata melalui Piagam Madinah yang menjamin hak-hak sipil seluruh golongan.

Beliau juga mengingatkan umat Islam melalui hadist shahih agar tidak sekali-kali menzalimi warga non-Muslim yang hidup damai dalam perlindungan negara (kafir dzimmi).

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang menzalimi seorang mu`ahad (non-Muslim yang terikat perjanjian damai) maka aku adalah musuhnya di hari kiamat." (HR. Abu Dawud).

Hadist ini menjadi peringatan keras sekaligus dasar hukum universal bagi umat Islam untuk selalu menjaga darah, harta, dan kehormatan sesama.

Kerukunan yang diajarkan Islam bukanlah mengorbankan akidah, melainkan mempertemukan kemanusiaan dalam ruang sosial yang saling menghormati.

Umat Islam diajarkan untuk mengedepankan dialog yang santun (mujadalah bil ihsan) ketika mendiskusikan perbedaan keyakinan.

Dengan mengamalkan seluruh tuntunan luhur ini, wajah Islam yang membawa rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil `alamin) akan memancar dengan sempurna.