• KEISLAMAN

Panduan Adab Bercanda Bersama Teman Sesuai Sunnah

Yahya Sukamdani | Jum'at, 05/06/2026
Panduan Adab Bercanda Bersama Teman Sesuai Sunnah Ilustrasi foto teman bercanda

Terasmuslim.com - Bercanda dan bersenda gurau bersama teman adalah hal yang manusiawi untuk mencairkan suasana serta mempererat kedekatan.

Islam tidak melarang umatnya untuk menghibur diri, namun setiap candaan tetap memiliki batasan moral yang sangat jelas.

Rasulullah SAW sendiri merupakan pribadi yang jenaka dan sesekali bercanda dengan para sahabat tercinta beliau.

Akan tetapi, prinsip utama dalam candaan beliau adalah selalu menjaga kebenaran dan tidak pernah menyisipkan kebohongan.

Allah SWT mengingatkan kita semua untuk menjauhi perkataan yang tidak berguna dan merusak kehormatan orang lain dalam Al-Qur`an.

"Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna." (QS. Al-Mu`minun: 3).

Ayat suci tersebut mendidik kita agar setiap ucapan, termasuk dalam candaan, tetap bernilai kebaikan dan tidak sia-sia.

Salah satu adab paling krusial dalam bercanda adalah larangan keras membuat cerita bohong atau hoaks demi memancing tawa.

Rasulullah SAW memberikan peringatan yang sangat tegas bagi orang yang sengaja berdusta hanya untuk membuat orang lain tertawa.

Beliau bersabda, "Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta agar orang-orang tertawa, celakalah dia, celakalah dia." (HR. Abu Dawud).

Hadits ini menjadi rambu-rambu spiritual agar kita tidak mengorbankan kejujuran demi sebuah popularitas atau gelak tawa sesaat.

Selain kejujuran, hal penting lainnya yang wajib dihindari adalah candaan yang mengandung unsur hinaan, ejekan, atau perundungan fisik.

Jangan sampai niat hati ingin menghibur justru melukai perasaan teman dan meninggalkan bekas luka mendalam di hatinya.

Islam juga melarang kita menakut-nakuti teman dengan menyembunyikan barang miliknya, meskipun hal itu dilakukan hanya untuk kelakar.

Mari kita contoh keluhuran akhlak Rasulullah SAW yang mampu menghadirkan senyuman tanpa harus menjatuhkan martabat sesama manusia.

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga lisan kita dari candaan yang berlebihan dan menjadikannya sarana ukhuwah yang berkah.