Ilustrasi persahabatan dua orang perempuan (Foto: Pexels/PNW Production)
Terasmuslim.com - Menepati janji kepada sahabat bukan sekadar etika sosial, melainkan sebuah kewajiban agama yang sangat mendasar.
Dalam pandangan Islam, setiap ucapan komitmen yang keluar dari lisan seorang Muslim akan dimintai pertanggungjawabannya.
Allah SWT menegaskan perintah mulia ini secara langsung dalam Al-Qur`an melalui Surah Al-Isra ayat 34.
"Dan penuhilah janji, karena janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya." (QS. Al-Isra: 34).
Ayat suci tersebut menjadi alarm spiritual agar kita tidak meremehkan janji, sekecil apa pun itu.
Ketika kita berjanji kepada seorang sahabat, ada hak sesama Muslim yang wajib kita tunaikan dengan penuh ketulusan.
Rasulullah SAW juga memberikan batas tegas mengenai hubungan antara iman seseorang dengan komitmen yang dibuatnya.
Dalam sebuah hadits, beliau bersabda bahwa tidak ada agama bagi orang yang tidak dapat memegang janjinya.
Lebih menakutkan lagi, gemar ingkar janji merupakan salah satu dari tiga ciri utama orang yang munafik.
Rasulullah SAW mengingatkan, "Tanda orang munafik itu tiga: apabila berbicara berdusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila dipercaya berkhianat." (HR. Bukhari).
Tentu kita tidak ingin dikategorikan sebagai orang munafik hanya karena menyepelekan janji temu dengan sahabat.
Sahabat sejati adalah mereka yang saling membangun kepercayaan, dan fondasi utama dari kepercayaan tersebut adalah integritas.
Saat kita selalu menepati janji, rida Allah SWT akan mengalir dan keberkahan akan menaungi jalinan persahabatan kita.
Mari kita jaga lisan dan hati agar selalu menjadi pribadi yang tepercaya bagi orang-orang terdekat kita.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan kepada kita untuk menjadi seorang Muslim yang selalu setia pada janji.