• KEISLAMAN

Jejak Emas Tokoh Muslim dalam Mengawal Lahirnya Pancasila

Yahya Sukamdani | Sabtu, 06/06/2026
Jejak Emas Tokoh Muslim dalam Mengawal Lahirnya Pancasila Ilustrasi Garuda Pancasila

Terasmuslim.com - Lahirnya Pancasila tidak bisa dilepaskan dari peran sentral para tokoh Muslim yang menjadi arsitek utama peradaban bangsa.

Dalam sidang BPUPKI, para ulama dan cendekiawan Islam berjuang keras menyuarakan aspirasi umat tanpa menafikan kemajemukan Indonesia.

Perdebatan sengit mengenai dasar negara disikapi para tokoh Muslim dengan mengedepankan prinsip musyawarah yang agung.

Prinsip musyawarah ini bersandar kuat pada firman Allah SWT dalam Al-Qur`an Surah Asy-Syura ayat 38 tentang penyelesaian urusan melalui mufakat.

"...dan (urusan) mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka." (QS. Asy-Syura: 38).

Tokoh-tokoh hebat seperti Ki Bagus Hadikusumo dan KH. Wahid Hasyim menjadi motor penggerak keadilan dalam merumuskan falsafah bangsa.

Saat terjadi kebuntuan krusial mengenai Piagam Jakarta, kebesaran jiwa tokoh Muslim diuji demi menjaga keutuhan wilayah Indonesia dari perpecahan.

Kelompok Islam dengan sukarela menghapus tujuh kata dalam sila pertama demi merangkul saudara-saudara dari wilayah Timur.

Sikap legawa ini mencerminkan hadist Rasulullah SAW tentang keutamaan mengalah demi menghindari perselisihan dan mewujudkan kedamaian.

Rasulullah SAW bersabda, "Aku menjamin sebuah rumah di pinggir surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun ia berada di pihak yang benar." (HR. Abu Dawud).

Penghapusan tujuh kata tersebut kemudian diganti dengan frasa "Ketuhanan Yang Maha Esa" atas usulan jenius dari para ulama.

Bagi umat Islam, konsep Ketuhanan Yang Maha Esa adalah refleksi teologis yang sangat nyata dari nilai tauhid dalam Surah Al-Ikhlas.

Kaidah fikih ma la yudraku kulluhu la yutroku kulluhu jika tidak bisa meraih semuanya, jangan tinggalkan semuanya menjadi kompas ijtihad politik mereka.

Berkat ketulusan para tokoh Muslim tersebut, Pancasila lahir sebagai kalimat penyama (kalimatun sawa) yang menyatukan seluruh elemen bangsa.

Kini, warisan pemikiran luhur para tokoh Muslim dalam Pancasila menjadi benteng kokoh yang menjaga NKRI dari disintegrasi.