• KEISLAMAN

Bahaya Menyalahgunakan Nikmat Harta dan Kesehatan Jiwa Raga

Yahya Sukamdani | Selasa, 04/08/2026
Bahaya Menyalahgunakan Nikmat Harta dan Kesehatan Jiwa Raga Ilustrasi berdoa saat sakit

Terasmuslim.com - Harta dan kesehatan merupakan dua kenikmatan agung yang sangat bernilai tinggi dalam kehidupan manusia di dunia.

Keduanya akan menjadi modal utama untuk memanen pahala apabila difungsikan demi kebaikan dunia dan akhirat.

Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya dua hal ini dalam Hadis Riwayat Bukhari bahwa banyak manusia tertipu oleh nikmat kesehatan dan waktu luang.

Namun, manakala nikmat tersebut disalahgunakan untuk berfoya-foya dan bermaksiat, keberadaannya justru berubah menjadi ujian yang sangat berat.

Harta dan tubuh yang sehat pada hakikatnya akan berbalik menjadi sarana siksaan serta awal dari kebinasaan seorang hamba.

Fenomena kelimpahan nikmat yang justru menjerumuskan seseorang ke dalam kemaksiatan dikenal dalam ajaran Islam sebagai istidraj.

Allah SWT mengingatkan bahaya pembiayaan nikmat tanpa kesyukuran ini melalui firman-Nya dalam Al-Qur`an Surah Al-An`am ayat 44.

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa ketika manusia melupakan peringatan, Allah justru membukakan pintu kesenangan sebelum akhirnya mengazab mereka secara tiba-tiba.

Setiap rupiah dari harta dan setiap detik kesehatan fisik kelak akan dipertanggungjawabkan secara mendetail di hadapan Sang Khaliq.

Rasulullah SAW menegaskan dalam Hadis Riwayat Tirmidzi bahwa kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sebelum ditanya tentang usianya dan hartanya.

Pertanyaan tersebut mencakup dari mana harta diperoleh, ke mana dibelanjakan, serta untuk apa tubuh dan ketaatan digunakan semasa hidup.

Allah SWT juga mengingatkan ancaman sanksi bagi orang yang kufur nikmat dalam Al-Qur`an Surah Ibrahim ayat 7.

Jika seorang hamba bersyukur maka nikmat-Nya akan ditambah, namun jika kufur sesungguhnya azab-Nya sangatlah pedih.

Memanfaatkan kekayaan untuk sedekah serta menjaga tubuh agar tetap taat beribadah adalah jalan selamat dari ancaman fitnah dunia.

Kesimpulannya, jadikanlah kesehatan dan kecukupan harta sebagai jembatan menuju keridaan Allah, bukan pintu pemungkas menuju kehancuran.