• KISAH

Kisah Masyitah, Keteguhan Iman Tukang Sisir Putri Fir`aun

Yahya Sukamdani | Selasa, 28/07/2026
Kisah Masyitah, Keteguhan Iman Tukang Sisir Putri Fir`aun Ilustrasi menyisir rambut anak

Terasmuslim.com - Kisah Masyitah, juru sisir putri Fir`aun, menjadi simbol keteguhan iman yang amat menginspirasi sepanjang sejarah peradaban Islam.

Peristiwa bersejarah ini bermula ketika sisir yang digunakan Masyitah terjatuh dan beliau secara refleks mengucapkan kalimat Bismillah.

Putri Fir`aun yang terkejut mendengar ucapan tersebut langsung menanyakan apakah ada tuhan lain selain ayahnya yang disembah.

Dengan keberanian yang luar biasa, Masyitah menegaskan bahwa Tuhannya dan Tuhan Fir`aun adalah Allah SWT Sang Pencipta alam semesta.

Kabar mengenai pengakuan iman Masyitah segera sampai ke telinga Fir`aun hingga memicu kemarahan sang penguasa zalim tersebut.

Fir`aun kemudian menjatuhkan hukuman eksekusi yang amat kejam dengan menyiapkan kuali berisi minyak panas yang mendidih.

Satu per satu anak Masyitah dilemparkan ke dalam kuali panas di hadapan matanya sendiri demi memaksanya murtad dari keyakinan tauhid.

Saat giliran bayi terkecilnya akan dilempar, Masyitah sempat merasa ragu hingga Allah SWT memberikan mukjizat kepada bayi tersebut untuk berbicara.

Sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang shahih, bayi Masyitah berkata agar ibunya tidak ragu karena siksa dunia jauh lebih ringan daripada siksa akhirat.

Keutamaan dan kemuliaan Masyitah diabadikan dalam hadis riwayat Ahmad dan Ath-Thabrani saat Rasulullah SAW mencium aroma wangi yang sangat harum pada malam Isra Miraj.

Ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada Malaikat Jibril mengenai asal aroma wangi tersebut, Jibril menjelaskan bahwa itu adalah wangi Masyitah beserta keluarganya.

Pengorbanan Masyitah menjadi bukti nyata kebenaran janji Allah SWT bagi hamba-Nya yang mempertahankan akidah hingga titik darah penghabisan.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah An-Nahl ayat 106, ketetapan iman di dalam hati adalah kunci utama keselamatan hamba di hadapan Sang Pencipta.

Pelajaran berharga dari perjuangan Masyitah mengajarkan kita untuk selalu menomorsatukan ketakwaan kepada Allah SWT di atas segala kepentingan duniawi.

Semoga kisah keberanian dan keteguhan iman Masyitah menjadi iktibar yang terus memupuk ketakwaan serta keteguhan tauhid bagi umat Islam saat ini.