Ilustrasi foto kakak beradik sedang mengobrol
Terasmuslim.com - Hubungan darah antarsaudara kandung idealnya menjadi ikatan paling kokoh yang dipenuhi kasih sayang tulus.
Namun, tidak jarang ego, kesalahpahaman, hingga urusan duniawi membuat keharmonisan keluarga tersebut menjadi renggang.
Islam sebagai agama yang syamil memandang serius masalah ini dan memberikan jalan keluar yang penuh kedamaian.
Memperbaiki hubungan dengan saudara bukan sekadar urusan sosial, melainkan bagian dari ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala.
Allah secara tegas melarang hamba-Nya memutus tali silaturahmi melalui firman-Nya dalam Al-Qur`an.
"Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?" (QS. Muhammad: 22)
Ayat tersebut menjadi peringatan keras bagi siapa saja yang membiarkan konflik keluarga berlarut-larut tanpa solusi.
Langkah awal yang ditawarkan Islam untuk mengurai kerenggangan ini adalah dengan menumbuhkan sifat saling memaafkan.
Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam mengingatkan umatnya untuk tidak mendiamkan saudara muslim lebih dari tiga hari.
Dalam hadist riwayat Bukhari, beliau bersabda bahwa yang terbaik adalah yang lebih dahulu mengucapkan salam.
Menurunkan ego dan membuka pintu maaf merupakan kunci utama untuk meruntuhkan dinding pembatas yang kaku.
Selain memaafkan, Islam juga menganjurkan kita untuk saling memberi hadiah guna menumbuhkan kembali rasa cinta.
Pemberian sederhana yang tulus terbukti mampu mencairkan kecanggangan dan mengembalikan kehangatan yang sempat hilang.
Mari kita buang jauh-jauh rasa gengsi demi meraih ridha Allah dan keberkahan umur yang panjang.
Menyambung kembali hubungan yang retak memang berat, namun pahala yang dijanjikan di akhirat sangatlah besar.
Semoga Allah melembutkan hati kita semua untuk selalu menjaga keutuhan silaturahmi dengan saudara kandung.