• KEISLAMAN

Cara Mengatur Keuangan yang Berkah Menurut Islam

Yahya Sukamdani | Minggu, 07/06/2026
Cara Mengatur Keuangan yang Berkah Menurut Islam Ilustrasi banyak harta tapi susah

Terasmuslim.com - Islam tidak hanya mengatur urusan ibadah ritual, tetapi juga memberikan tuntunan komprehensif dalam mengelola keuangan.

Mengatur harta dengan bijak merupakan cerminan keimanan seorang muslim dalam mensyukuri setiap rezeki yang diterima.

Banyak orang terjebak dalam gaya hidup konsumtif karena tidak memahami rambu-rambu syariat dalam membelanjakan uang.

Adab pertama yang wajib diperhatikan adalah memastikan bahwa sumber pendapatan kita benar-benar halal dan berkah.

Allah Subhanahu wa Ta`ala telah memberikan arahan tegas mengenai konsumsi harta ini dalam Al-Qur`an.

"Dan janganlah kamu amalkan hartamu di antara kamu dengan jalan yang batil." (QS. Al-Baqarah: 188)

Larangan tersebut menjadi dasar utama bahwa keberkahan keuangan dimulai dari kesucian cara kita mendapatkannya.

Setelah memastikan kehalalannya, adab berikutnya adalah menerapkan prinsip kesederhanaan dan menjauhi sifat boros.

Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam memberikan teladan nyata mengenai pentingnya hidup proporsional dan tidak berlebihan.

Dalam hadist riwayat Ahmad, beliau mengingatkan bahwa tidak akan jatuh miskin orang yang mau hidup berhemat.

Membagi alokasi pendapatan untuk kebutuhan pokok, tabungan masa depan, dan dana darurat sangat dianjurkan dalam Islam.

Selain itu, seorang muslim juga wajib memprioritaskan pelunasan utang sebelum menggunakan uang untuk keinginan sekunder.

Utang yang sengaja ditunda pembayarannya padahal mampu, dinilai sebagai bentuk kezaliman yang mencederai keberkahan.

Jangan lupa untuk selalu menyisihkan sebagian rezeki melalui zakat, infak, dan sedekah sebagai pembersih harta.

Harta yang dikelola secara islami tidak akan berkurang, melainkan justru akan bertambah subur dan menenangkan jiwa.

Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk selalu amanah dalam menyusun manajemen keuangan yang berbasis syariah.