Ilustrasi foto kisah Nabi Yusuf AS
Terasmuslim.com - Kisah Nabi Yusuf AS dan istri Al-Aziz merupakan salah satu narasi paling menyentuh dalam Al-Qur`an mengenai ujian hawa nafsu dan kesucian diri.
Dalam Al-Qur`an, kisah ini diabadikan sebagai bagian dari Ahsanal-Qasash atau kisah terbaik yang sarat hikmah bagi umat manusia.
Allah SWT berfirman dalam Surah Yusuf ayat 3: "Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur`an ini kepadamu."
Istri dari pejabat tinggi Mesir, yang dikenal dalam tradisi literatur sebagai Zulaikha, terikat oleh godaan hawa nafsu terhadap ketampanan Nabi Yusuf AS.
Puncak godaan tersebut diabadikan dalam Surah Yusuf ayat 23, ketika wanita itu menutup pintu-pintu sarat tipu daya dan mengajak Nabi Yusuf untuk bermaksiat.
Nabi Yusuf AS dengan tegas menolak dan memohon perlindungan kepada Allah SWT sebagaimana termaktub dalam Surah Yusuf ayat 23: "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik."
Kejujuran dan keteguhan Nabi Yusuf AS terbukti ketika pakaian bagian belakangnya robek saat berusaha menghindari godaan tersebut.
Surah Yusuf ayat 26-27 menjelaskan saksi yang memberikan kesaksian bahwa jika baju Yusuf robek di belakang, maka wanita itulah yang berdusta.
Meskipun kebenaran telah terbukti, demi menjaga nama baik keluarga pejabat, Nabi Yusuf AS justru dipenjarakan atas konspirasi lingkungan istana.
Nabi Yusuf AS lebih memilih dipenjara daripada memenuhi ajakan maksiat, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Yusuf ayat 33: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka."
tahun-tahun berlalu hingga akhirnya kebenaran terungkap secara terbuka saat Raja Mesir menyelidiki kembali kasus tersebut.
Istri Al-Aziz akhirnya mengakui kesalahan dan kejujuran Nabi Yusuf AS secara terbuka tanpa menutup-nutupi lagi.
Pengakuan tulus tersebut diabadikan dalam Surah Yusuf ayat 51: "Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya, dan sesungguhnya dia termasuk orang yang benar."
Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim mengingatkan bahwa orang yang mampu menahan godaan lawan jenis akan mendapat naungan Allah SWT di hari kiamat.
Kisah ini memberikan edukasi moral yang mendalam bahwa penyesalan, kejujuran, dan kesucian diri adalah nilai utama dalam menegakkan kehormatan seorang muslim.