• KISAH

Keberanian Ibu Nabi Musa Menghanyutkan Bayinya Ke Sungai

Yahya Sukamdani | Jum'at, 16/10/2026
Keberanian Ibu Nabi Musa Menghanyutkan Bayinya Ke Sungai Ilustrasi kisah Nabi Musa, ibu hanyutkan bayi di sungai

Terasmuslim.com - Yukhanab, ibunda Nabi Musa AS, mengukir sejarah luar biasa tentang puncak keberanian dan kepasrahan seorang ibu saat menghadapi ancaman kekejaman Firaun.

Di tengah ketakutan akan prajurit Firaun yang membantai setiap bayi laki-laki yang lahir, Allah SWT mengilhamkan langkah yang di luar nalar manusia.

Allah SWT mengabadikan ilham ilahi tersebut dalam Surah Al-Qasas ayat 7 yang memerintahkan sang ibu untuk menyusui dan menghanyutkan bayinya ke Sungai Nil.

Dalam Surah Al-Qasas ayat 7 itu pula, Allah SWT menenteramkan hatinya dengan janji bahwa bayi tersebut akan dikembalikan dan diangkat menjadi seorang rasul.

Keberanian melepaskan buah hati di derasnya arus sungai menjadi bukti nyata betapa dalamnya tingkat tawakal ibunda Nabi Musa kepada takdir Ilahi.

Meskipun hatinya terasa hampa dan dipenuhi kesedihan, Allah SWT meneguhkan jiwanya agar tetap menjadi orang yang beriman.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Qasas ayat 10 yang menggambarkan bagaimana Allah mengikat hati ibunda Musa agar tidak membocorkan rahasia tersebut.

Rasulullah SAW mengingatkan dalam hadis riwayat Tirmidzi bahwa barangsiapa bertawakal kepada Allah dengan sungguh-sungguh, niscaya Allah akan memberikan rezeki dan perlindungan.

Melalui skenario Ilahi yang amat indah, peti kayu berisi bayi Musa justru terdampar dan ditemukan oleh keluarga Firaun sendiri.

Atas kekuasaan Allah SWT, bayi Musa menolak semua air susu ibu susuan hingga akhirnya sang ibu kandung dipanggil kembali ke istana untuk menyusuinya.

Janji Allah SWT yang pasti dan tidak pernah ingkar diabadikan secara sempurna dalam Surah Al-Qasas ayat 13.

Dalam Surah Al-Qasas ayat 13 tersebut ditegaskan bahwa Allah mengembalikan Musa kepada ibunya agar hatinya menjadi senang dan tidak berduka cita lagi.

Rasulullah SAW juga menegaskan dalam hadis riwayat Muslim bahwa janji Allah adalah kebenaran yang mutlak dan pasti dipenuhi bagi hamba-Nya yang sabar.

Pelajaran berharga bagi setiap orang tua adalah pentingnya menanamkan ketakwaan serta menyerahkan perlindungan anak-anak sepenuhnya kepada Allah SWT.

Kisah monumental ini mengajarkan kepada umat Islam bahwa di balik kepasrahan total dan kepatuhan pada perintah Allah, selalu ada keajaiban serta pertolongan yang tak terduga.