Ilustrasi kisah kaum Nabi Luth
Terasmuslim.com - Istri Nabi Luth AS memberikan ikhtibar kelam dalam sejarah kemanusiaan tentang bahaya menyimpang dari hidayah dan mendukung kejahatan.
Meskipun hidup seatap dengan seorang utusan Allah SWT yang mulia, ia lebih memilih berpihak pada kaumnya yang melakukan perbuatan keji.
Allah SWT mengabadikan peringatan ini dalam Surah At-Tahrim ayat 10 sebagai perumpamaan bagi orang-orang yang mengkufuri kebenaran.
Dalam Surah At-Tahrim ayat 10, dijelaskan bahwa istri Nabi Luth berada di bawah naungan hamba yang saleh namun ia berkhianat secara akidah.
Bentuk pengkhianatan tersebut teyanggam ketika ia membocorkan kedatangan para tamu malaikat kepada kaumnya yang bermaksud buruk.
Allah SWT mengisahkan kepedihan Nabi Luth AS saat tamu-tamunya terancam dalam Surah Hud ayat 77 akibat pengkhianatan sang istri.
Ancaman hukuman yang menimpa kaum yang zalim tersebut turut menimpa istri Nabi Luth tanpa terkecuali.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Hijr ayat 60 yang mengecualikan istri Nabi Luth dari keselamatan karena telah ditetapkan menjadi bagian dari orang yang binasa.
Rasulullah SAW mengingatkan dalam hadis riwayat Muslim bahwa siapa saja yang mendukung atau menolong perbuatan zalim akan mendapatkan murka Allah SWT.
Kisah ini menegaskan bahwa berada di lingkungan kebaikan tidak memberi manfaat jika hati tetap menolak dan membenci kebenaran.
Dalam hadis riwayat Bukhari, Nabi SAW juga menegaskan bahwa seseorang akan dikumpulkan bersama siapa yang ia cintai dan dukung di akhirat.
Keterikatan emosional dan pemikiran istri Nabi Luth kepada kaumnya yang bermaksiat akhirnya menyeret dirinya menuju kebinasaan abadi.
Pelajaran penting bagi setiap Muslim adalah kewajiban untuk senantiasa bersikap tegas membela kebenaran dan menjauhi segala bentuk kezaliman.
Status sosial maupun kedekatan dengan figur agama tidak akan pernah menjadi penjamin keselamatan tanpa keimanan yang lurus di dalam dada.
Meneladani hikmah ini mengingatkan kita untuk selalu memohon ketetapan hati dalam memeluk kebenaran hingga akhir hayat.