• KISAH

Keteladanan Nabi Yusuf Memaafkan Saudara yang Pernah Menyakiti

Yahya Sukamdani | Rabu, 14/10/2026
Keteladanan Nabi Yusuf Memaafkan Saudara yang Pernah Menyakiti Ilustrasi foto kisah Nabi Yusuf AS

Terasmuslim.com - Perlakuan buruk dan pengkhianatan dari orang terdekat sering kali meninggalkan luka batin yang sangat mendalam.

Nabi Yusuf AS memberikan teladan luar biasa tentang bagaimana melapangkan dada dan memaafkan saudara yang pernah menzaliminya.

Meskipun pernah dibuang ke dalam sumur hingga terpisah puluhan tahun dari keluarganya, beliau tidak menyimpan dendam sedikit pun.

Ketika telah memiliki kekuasaan besar di Mesir, Nabi Yusuf AS justru menyambut saudara-saudalanya dengan penuh kasih sayang dan kehangatan.

Sikap keagungan hati beliau diabadikan dalam Al-Qur`an Surah Yusuf ayat 92: "Dia (Yusuf) berkata: `Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni kamu.`"

Prinsip kemuliaan ini mengajarkan kita bahwa memaafkan adalah bentuk tingginya derajat keimanan seseorang di hadapan Allah SWT.

Rasulullah SAW juga menegaskan keutamaan sifat pemaaf dalam sebuah hadis: "Tidaklah Allah menambah kepada seorang hamba yang pemaaf melainkan kemuliaan." (HR. Muslim).

Nabi Yusuf AS memandang musibah masa lalu bukan sebagai bentuk kejahatan semata, melainkan bagian dari skenario kebaikan dari Sang Maha Pencipta.

Beliau tidak menyalahkan saudara-saudaranya, melainkan menyadarkan mereka bahwa godaan setanlah yang merusak ikatan tali persaudaraan.

Keikhlasan untuk memaafkan mampu meruntuhkan dinding permusuhan dan menyatukan kembali ikatan silaturahmi yang sempat terputus.

Islam menekankan bahwa membalas kejahatan dengan kebaikan adalah jalan terbaik untuk mengubah musuh menjadi sahabat yang setia.

Ujian pengkhianatan yang dialami Nabi Yusuf AS menjadi bukti bahwa ketabahan dan kelapangan hati akan membawa seseorang menuju kejayaan.

Bagi setiap Muslim, memberi maaf saat memiliki kemampuan untuk membalas dendam adalah puncak dari akhlak yang sangat mulia.

Kisah indah ini menjadi pengingat bagi kita agar senantiasa membersihkan hati dari sifat dengki dan rasa benci antar sesama.

Semoga kita dimudahkan oleh Allah SWT untuk meneladani sifat pemaaf Nabi Yusuf AS dalam menjalin hubungan bermasyarakat.