• KEISLAMAN

Pentingnya Meminta Maaf dan Memaafkan Sebelum Terlambat

Yahya Sukamdani | Senin, 06/07/2026
Pentingnya Meminta Maaf dan Memaafkan Sebelum Terlambat Ilustrasi minta maaf

Terasmuslim.com - Hubungan antar manusia tidak pernah luput dari salah, khilaf, dan gesekan yang berpotensi menanam benih permusuhan.

Menyimpan dendam dan enggan menurunkan ego untuk meminta maaf hanya akan meracuni ketenangan hati serta merusak ukhuwah Islamiah.

Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi pribadi yang berjiwa besar dengan selalu bersegera memohon maaf dan memberi kemaafan.

Sifat pemaaf adalah salah satu ciri utama dari hamba-hamba yang bertakwa dan dijanjikan surga oleh Allah SWT.

Allah SWT secara tegas memerintahkan kita untuk mengedepankan sikap pemaaf dan membalas keburukan dengan kebaikan dalam Al-Qur`an.

"Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh." (QS. Al-A`raf: 199).

Ayat suci ini menjadi panduan moral yang sangat indah agar kita tidak terjebak dalam lingkaran kebencian yang tidak ada habisnya.

Menunggu momen tertentu atau menunda-nunda kata maaf adalah sebuah kerugian besar, karena usia manusia tidak ada yang tahu batasnya.

Rasulullah SAW juga telah menegaskan bahwa sikap memaafkan tidak akan pernah merendahkan harga diri seorang Muslim di hadapan manusia.

"Sedekah tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba yang suka memaafkan melainkan kemuliaan." (HR. Muslim).

Hadist sahih tersebut meruntuhkan stigma bahwa meminta maaf atau memaafkan adalah cerminan dari sebuah kelemahan diri.

Ketika kita menutup pintu maaf bagi orang lain, sejatinya kita sedang mempersulit urusan hisab diri kita sendiri di akhirat kelak.

Dosa kepada Allah bisa dilebur dengan tobat nasuha, namun dosa kepada sesama manusia membutuhkan kerelaan dari orang yang disakiti.

Membuka lembaran baru dengan saling memaafkan akan mengalirkan ketenteraman jiwa yang tidak bisa dibeli dengan materi apa pun.

Mari kita buang jauh-jauh rasa gengsi dan dendam yang bersemayam di dalam dada sebelum ajal menjemput tanpa permisi.

Segeralah mengetuk pintu rumah atau mengirim pesan tulus untuk memperbaiki hubungan yang sempat merenggang dengan sesama.

Semoga Allah SWT melembutkan hati kita semua untuk menjadi pribadi yang gemar memaafkan dan mudah meminta maaf dengan tulus.