• KEISLAMAN

Strategi Jitu Menahan Diri dari Godaan Budaya Konsumtif

Yahya Sukamdani | Minggu, 05/07/2026
Strategi Jitu Menahan Diri dari Godaan Budaya Konsumtif Ilustrasi foto boros membeli barang

Terasmuslim.com - Budaya konsumtif dan kemudahan belanja digital kini menjadi tantangan berat bagi ketahanan finansial umat.

Iklan yang agresif dan tren gaya hidup di media sosial secara konstan merayu kita untuk terus menghamburkan uang.

Jika tidak dibentengi dengan iman yang kuat, seseorang akan dengan mudah terjebak dalam perilaku boros (israf).

Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa menempuh jalan tengah, yaitu tidak kikir namun juga tidak berlebihan.

Prinsip kesederhanaan dalam membelanjakan harta secara gamblang telah diatur oleh Allah SWT di dalam Al-Qur`an.

"Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar." (QS. Al-Furqan: 67)

Langkah awal untuk menghindari sifat boros adalah dengan menyusun skala prioritas antara kebutuhan dan keinginan.

Sebelum membeli sesuatu, tanyakan pada diri sendiri apakah barang tersebut benar-benar mendesak atau sekadar pemuas mata.

Rasulullah SAW juga mengingatkan agar kita tidak memperturutkan setiap keinginan yang terlintas di dalam benak.

"Apakah setiap kali engkau menginginkan sesuatu, engkau harus membelinya?" (HR. Al-Baihaqi)

Gaya hidup qanaah, yaitu merasa cukup dengan rezeki yang ada, adalah benteng paling kokoh dari sifat konsumtif.

Membiasakan diri melihat ke bawah dalam urusan duniawi akan melahirkan rasa syukur yang mendalam atas nikmat Allah.

Rasulullah SAW menegaskan bahwa kekayaan sejati bukanlah pada banyaknya harta, melainkan pada kayanya jiwa.

"Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, melainkan kekayaan itu adalah kayanya jiwa (hati)." (HR. Bukhari dan Muslim)

Menabung dan menyiapkan dana darurat juga menjadi ikhtiar nyata untuk menjaga kehormatan diri dari berutang di masa depan.

Mengalihkan sisa pendapatan untuk sedekah dan wakaf jauh lebih produktif daripada membuangnya demi kepuasan sesaat.

Mari tata kembali manajemen keuangan kita sesuai syariat agar harta yang dititipkan menjadi berkah dan penyelamat di akhirat.