Ilustrasi foto sedang mengobrol dengan tetangga
Terasmuslim.com - Kehidupan modern dan tingginya ego urban sering kali membuat hubungan antar tetangga menjadi dingin serta individualis.
Banyak orang saat ini tidak lagi mengenal sosok yang tinggal tepat di sebelah rumah mereka sendiri akibat kesibukan yang padat.
Padahal, dalam struktur sosial kemasyarakatan Islam, tetangga memiliki kedudukan dan hak-hak yang sangat mulia serta harus dijaga.
Mengabaikan hak tetangga atau bahkan mengganggu ketenangan mereka merupakan tanda kemunduran akhlak seorang Muslim.
Allah SWT telah menyejajarkan perintah berbakti kepada orang tua dengan perintah berbuat baik kepada tetangga dalam Al-Qur`an.
"Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh." (QS. An-Nisa: 36).
Melalui ayat suci ini, Allah SWT menegaskan bahwa keimanan seseorang tidak akan sempurna tanpa adanya kepedulian sosial kepada lingkungan sekitar.
Rasulullah SAW bahkan mengaitkan kenyamanan tetangga dari gangguan kita sebagai barometer utama dari kesempurnaan iman seseorang.
"Demi Allah, tidak beriman! Demi Allah, tidak beriman! Demi Allah, tidak beriman! Para sahabat bertanya: `Siapa itu wahai Rasulullah?` Beliau menjawab: `Orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya`." (HR. Bukhari).
Hadist sahih tersebut menjadi peringatan keras bagi kita yang sering kali acuh terhadap kenyamanan orang-orang di sekitar rumah.
Bentuk gangguan kepada tetangga bisa berupa memarkir kendaraan sembarangan, membuang sampah, hingga membuat kegaduhan yang mengusik ketenteraman.
Menghidupkan kembali tradisi saling berbagi makanan atau sekadar bertegur sapa yang ramah dapat menjadi jembatan silaturahmi yang indah.
Nabi SAW juga mengajarkan agar kita melebihkan kuah masakan di rumah untuk kemudian dibagikan kepada tetangga terdekat.
Jangan sampai kita tidur dalam keadaan kenyang yang nyaman, sementara ada tetangga kita yang sedang kelaparan dan kesulitan ekonomi.
Saling menjaga kehormatan dan rahasia rumah tangga tetangga juga termasuk ke dalam adab utama yang wajib kita pelihara.
Semoga Allah SWT senantiasa melembutkan hati kita untuk menjadi tetangga yang baik dan pembawa kedamaian bagi lingkungan sekitar.