Ilustrasi menonton film di gadget
Terasmuslim.com - Gempuran konten visual di era digital tanpa batas saat ini menjadi ujian keimanan yang sangat berat bagi setiap Muslim.
Hanya dengan sekali usap di layar ponsel, berbagai gambar dan video yang tidak senonoh dapat dengan mudah melintas di hadapan kita.
Islam sejak awal telah memberikan benteng pertahanan spiritual yang sangat kokoh melalui konsep ghadhul bashar atau menjaga pandangan.
Kewajiban menjaga pandangan ini bukan hanya berlaku di dunia nyata saat berpapasan, melainkan juga saat berselancar di dunia maya.
Allah SWT secara spesifik memerintahkan kaum mukmin laki-laki dan perempuan untuk menundukkan pandangan mereka dalam Al-Qur`an.
"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: `Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka`." (QS. An-Nur: 30).
Perintah suci ini menegaskan bahwa kesucian hati seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang sering dilihat oleh kedua matanya.
Pandangan mata yang liar terhadap hal-hal yang diharamkan merupakan pintu masuk utama setan untuk merusak kekhusyukan ibadah kita.
Rasulullah SAW juga telah memperingatkan dampak buruk dari pandangan mata yang tidak terjaga melalui sebuah hadist qudsi.
"Pandangan mata itu adalah salah satu anak panah iblis yang beracun, barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada-Ku, maka Aku ganti dengan kemanisan iman dalam hatinya." (HR. Al-Hakim).
Merasakan manisnya iman hanya akan terwujud jika kita mampu menahan diri dari godaan visual yang merusak moral di media sosial.
Jemari kita harus sigap untuk segera mengusap ke atas atau menutup aplikasi saat konten yang mengumbar aurat muncul di lini masa.
Memasang fitur pembatas konten atau memanfaatkan algoritma kebaikan dengan mengikuti akun-akun dakwah bisa menjadi solusi taktis.
Setiap piksel gambar yang kita pandang di layar kaca kelak akan dimintai pertanggungjawaban yang sangat adil di akhirat.
Oleh karena itu, marilah kita latih mata dan hati ini untuk lebih mencintai keindahan yang diridai oleh Allah SWT.
Semoga Allah SWT senantiasa menguatkan iman kita semua untuk menjaga pandangan dari liarnya arus konten digital saat ini.