Ilustrasi semut (Foto: Unsplash/Pabir Kashyap)
Terasmuslim.com - Setiap makhluk hidup di muka bumi ini diciptakan Allah SWT dengan fungsi serta tugasnya masing-masing.
Kisah menarik dalam tradisi Islam menceritakan tentang seorang nabi yang pernah digigit oleh seekor semut kecil.
Akibat rasa sakit dari gigitan tersebut, sang nabi memerintahkan untuk membakar seluruh sarang semut itu.
Seketika itu pula, Allah SWT menyampaikan teguran membimbing yang sangat mendalam kepada nabi tersebut.
Peristiwa bernilai edukasi ini diriwayatkan secara shahih oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab-kitab mereka.
Melalui teguran itu, Allah menegaskan bahwa semut yang dibakar tersebut merupakan umat makhluk yang senantiasa bertasbih.
Kisah ini memberikan pesan kuat bahwa manusia tidak boleh berbuat zalim kepada sesama makhluk ciptaan Allah.
Prinsip dasar kasih sayang dan larangan merusak alam juga ditegaskan dalam Al-Quran Surah Al-A`raf ayat 56.
Dalam ayat tersebut, Allah SWT secara tegas melarang manusia membuat kerusakan di muka bumi setelah diperbaiki.
Bahkan, semut memiliki keistimewaan khusus hingga menjadi nama salah satu surat dalam Al-Quran, yaitu Surah An-Naml.
Dalam Surah An-Naml ayat 18, digambarkan bagaimana semut memiliki sistem komunikasi dan kepedulian antar sesamanya.
Setiap binatang kecil sekalipun pada hakikatnya adalah bagian dari umat yang menyembah dan bertasbih kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, tindakan membalas dendam secara berlebihan hingga merusak habitat makhluk lain sangat dilarang dalam Islam.
Menjaga kelestarian lingkungan dan menyayangi binatang merupakan bagian integral dari ketakwaan seorang muslim yang sejati.
Semoga kisah ini menjadi cermin bagi kita untuk senantiasa menebarkan kasih sayang kepada seluruh alam semesta.