Ilustrasi foto bisikan setan pada wanita
Terasmuslim.com - Menutup aib diri sendiri merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah Ta`ala yang amat besar kepada hamba-Nya.
Sering kali seseorang melakukan kemaksiatan di malam hari, namun Allah dengan kelembutan-Nya menjaga kehormatan orang tersebut hingga pagi.
Sangat disayangkan, sebagian orang justru dengan bangga menceritakan dosa dan keburukan masa lalunya kepada orang lain.
Perilaku membongkar kemaksiatan diri sendiri ini merupakan tindakan yang sangat dibenci dalam ajaran Islam.
Allah Ta`ala memberi peringatan keras bagi siapa saja yang gemar menyebarkan perbuatan keji di tengah masyarakat.
Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur`an Surah An-Nur ayat 19.
Dalam ayat tersebut Allah berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu tersiar di antara orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat."
Rasulullah Shallallahu `Alaihi Wasallam juga menyampaikan ancaman serius bagi golongan orang yang terang-terangan membuka aibnya sendiri.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda, "Setiap umatku akan diampuni kecuali orang-orang yang melakukan kemaksiatan secara terang-terangan (al-mujahirun)."
Beliau menjelaskan bahwa al-mujahirun adalah orang yang berbuat dosa di malam hari lalu di pagi hari ia membongkar rahasia tersebut padahal Allah telah menutupinya.
Menceritakan keburukan diri tidak hanya meruntuhkan tabir perlindungan Allah, tetapi juga bisa menginspirasi orang lain untuk berbuat dosa serupa.
Setan terus membisikkan rasa bangga palsu agar manusia menganggap remeh kemaksiatan yang pernah dilakukannya.
Padahal, kesempatan terbaik ketika dosa ditutupi Allah adalah meratapinya dalam sujud dan bertobat secara sungguh-sungguh.
Hargailah kasih sayang Allah yang telah menjaga kehormatan kita di mata sesama manusia dengan tidak mengumbar masa lalu yang kelam.
Semoga Allah Ta`ala senantiasa menutupi kesalahan kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan membimbing kita menjadi hamba yang bertobat.