Ilustrasi foto sedang menguping pembicaraan orang lain
Terasmuslim.com - Menutup aib sesama merupakan salah satu akhlak mulia yang menjadi cerminan keluhuran budi seorang mukmin.
Dunia digital saat ini sering kali menggoda kita untuk mengumbar kesalahan orang lain demi mengejar validasi semu.
Padahal, kehormatan seorang Muslim adalah sesuatu yang sangat sakral dan wajib dilindungi oleh saudaranya sendiri.
Islam mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki kekurangan dan pernah terjatuh dalam kekhilafan yang tersembunyi.
Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk tidak mencari-cari kesalahan orang lain demi menjaga keharmonisan sosial.
Dalam Surah Al-Hujurat ayat 12, Allah SWT melarang perbuatan tajassus atau memata-matai untuk mencari keburukan sesama.
"Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain," merupakan penggalan ayat yang menjadi rambu dalam berinteraksi.
Rasulullah SAW memberikan janji yang sangat luar biasa bagi mereka yang mampu menjaga rahasia saudaranya.
Dalam hadits riwayat Muslim, beliau bersabda bahwa barangsiapa menutupi aib seorang Muslim, Allah akan menutupi aibnya.
"Siapa yang menutupi aib seorang Muslim, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat," tegas beliau dalam pesannya.
Membuka aib orang lain tanpa tujuan syar`i yang jelas hanya akan mengundang kemurkaan Tuhan dan merusak ukhuwah.
Seseorang yang gemar mengumbar keburukan orang lain berisiko akan dibalas oleh Allah dengan dibukanya aibnya sendiri.
Sebaliknya, menjaga lisan dari membicarakan kekurangan sesama adalah bentuk kasih sayang yang akan berbuah ketenangan.
Kebaikan yang kita lakukan dengan menjaga martabat orang lain akan kembali kepada kita dalam bentuk perlindungan Ilahi.
Mari kita jadikan diri sebagai pelindung bagi kehormatan saudara kita agar Allah senantiasa memuliakan hidup kita.