• KEISLAMAN

Empati dalam Islam, Manifestasi Keimanan Melalui Rasa Peduli Sesama

Yahya Sukamdani | Kamis, 07/05/2026
Empati dalam Islam, Manifestasi Keimanan Melalui Rasa Peduli Sesama Ilustrasi foto sedekah

Terasmuslim.com - Empati adalah kemampuan hati untuk merasakan denyut penderitaan yang dialami oleh orang lain di sekitar kita.

Dalam Islam, empati bukan sekadar emosi sesaat, melainkan fondasi utama dalam membangun bangunan ukhuwah Islamiyah.

Seorang Muslim yang sejati tidak akan bisa tidur nyenyak ketika mengetahui saudaranya sedang dirundung kelaparan atau kesedihan.

Allah SWT memuji sikap mendahulukan orang lain (itsar) sebagai derajat ketaqwaan yang sangat tinggi dalam Al-Qur`an.

Dalam Surah Al-Hasyr ayat 9, Allah berfirman tentang kemuliaan mereka yang mengutamakan orang lain meskipun mereka sendiri memerlukan.

"Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan," adalah potret empati tertinggi.

Rasulullah SAW menggambarkan ikatan antar Muslim layaknya satu tubuh yang saling merasakan sakit satu sama lain.

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda bahwa jika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan merasakannya.

"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang bagai satu tubuh," tegas beliau dalam pesan kemanusiaan yang mendalam.

Empati menuntun kita untuk memberikan solusi nyata, bukan sekadar kata-kata simpati yang tidak berbekas di hati.

Ketika kita membantu meringankan beban saudara kita di dunia, Allah berjanji akan meringankan beban kita di akhirat.

Islam memandang bahwa membantu sesama adalah salah satu amal yang paling dicintai oleh Allah SWT melebihi itikaf di masjid.

Rasa empati yang tinggi akan menjauhkan masyarakat dari sikap individualisme dan egoisme yang merusak tatanan sosial.

Dengan berempati, kita belajar mensyukuri nikmat Allah sekaligus menjadi perpanjangan tangan kebaikan bagi mereka yang kekurangan.

Mari kita asah kepekaan nurani agar kehadiran kita senantiasa menjadi penawar bagi luka dan duka sesama manusia.