• KEISLAMAN

Ikhlas dalam Berinteraksi, Kunci Utama Meraih Ketenangan Hati yang Hakiki

Yahya Sukamdani | Kamis, 07/05/2026
Ikhlas dalam Berinteraksi, Kunci Utama Meraih Ketenangan Hati yang Hakiki Ilustrasi foto interaksi sosial

Terasmuslim.com - Ikhlas adalah ruh dari setiap amal ibadah, termasuk dalam interaksi sosial kita sehari-hari dengan sesama manusia.

Tanpa keikhlasan, hubungan yang dijalin akan terasa hampa dan mudah goyah oleh kepentingan duniawi yang semu.

Islam mengajarkan bahwa setiap gerak-gerik seorang Muslim haruslah disandarkan hanya demi mencari rida Allah SWT semata.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Bayyinah ayat 5 mengenai perintah untuk memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya.

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama," merupakan landasan utama keikhlasan.

Ketulusan dalam berinteraksi membuat seseorang tidak lagi bergantung pada pujian atau takut akan celaan manusia.

Rasulullah SAW mengingatkan bahwa Allah tidak melihat rupa kita, melainkan melihat apa yang ada di dalam hati kita.

Dalam hadits riwayat Muslim, beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak melihat pada tubuh dan rupa kalian, tetapi Dia melihat pada hati kalian."

Hati yang ikhlas akan melahirkan kejujuran dalam bertutur kata dan ketulusan dalam memberikan bantuan kepada sesama.

Ketika kita berbuat baik tanpa mengharap imbalan, beban ekspektasi yang sering memicu stres akan hilang dengan sendirinya.

Interaksi yang didasari rasa ikhlas menjadi benteng pertahanan dari penyakit hati seperti riya, hasad, dan pamer.

Keikhlasan juga menjadi rahasia mengapa hubungan persaudaraan para sahabat Nabi terdahulu begitu kuat dan tak tergoyahkan.

Mereka memahami bahwa mencintai dan membenci karena Allah adalah bagian dari kesempurnaan iman seseorang.

Ketenangan hati yang hakiki hanya akan dirasakan oleh mereka yang telah mampu memerdekakan dirinya dari ketergantungan pada sesama.

Mari kita terus memupuk niat suci dalam setiap pertemuan, agar interaksi kita bernilai pahala dan membawa keberkahan.