• KEISLAMAN

Berikut Lima Hal yang Mengurangi Kesempurnaan Shalat

Yahya Sukamdani | Jum'at, 24/07/2026
Berikut Lima Hal yang Mengurangi Kesempurnaan Shalat Ilustrasi foto imam shalat berjamaah

Terasmuslim.com - Shalat merupakan tiang agama yang menjadi amalan pertama yang akan dihisab oleh Allah SWT pada hari kiamat.

Namun, tidak sedikit umat Islam yang shalatnya belum sempurna karena mengabaikan hal-hal kecil yang mengikis kualitas ibadahnya.

Hal pertama yang mengurangi kesempurnaan shalat adalah menunda-nunda waktunya tanpa adanya uzur syar`i yang dibenarkan.

Allah SWT memberikan ancaman tegas bagi orang yang lalai dari shalatnya dalam Surah Al-Ma`un ayat 4 hingga 5.

Allah SWT berfirman: "Fawailul lil-muṣallīn, allażīna hum `an ṣalātihim sāhūn" yang artinya, "Maka celakalah orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai terhadap shalatnya."

Hal kedua yang merusak kualitas shalat adalah hilangnya tumakninah atau terburu-buru ketika melakukan gerakan shalat.

Rasulullah SAW pernah memerintahkan seorang sahabat untuk mengulang shalatnya karena tidak melakukan gerakan dengan tenang dan tumakninah.

Dalam Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi SAW bersabda: "Kembalilah dan shalatlah, karena sesungguhnya engkau belum shalat."

Hal ketiga yang mengurangi pahala shalat adalah membiarkan pikiran melantur dan hilangnya kekhusyukan saat berhadapan dengan Allah SWT.

Rasulullah SAW mengingatkan bahwa seorang hamba bisa jadi hanya mendapatkan sepersepuluh atau seperdelapan pahala dari shalatnya karena ketidakkhusyukan.

Hal keempat yang merugikan orang shalat adalah tidak merapikan atau tidak meluruskan shaf ketika menunaikan shalat secara berjamaah.

Rasulullah SAW menegaskan dalam Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim: "Luruskanlah shaf-shaf kalian, karena meluruskan shaf merupakan bagian dari kesempurnaan shalat."

Hal kelima adalah melakukan shalat dalam keadaan menahan hajat buang air atau di hadapan makanan yang sudah dihidangkan.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam Hadist Riwayat Muslim: "Tidak ada shalat di hadapan makanan, dan tidak ada shalat bagi orang yang menahan dua hal yang buruk (kencing dan buang air besar)."

Dengan menjauhi kelima hal tersebut, shalat yang kita kerjakan akan menjadi lebih khusyuk, berbobot, dan diterima dengan sempurna di sisi-Nya.