• KEISLAMAN

Kewajiban Suami Mengajarkan Ilmu Agama Bagi Anak Istri

Yahya Sukamdani | Selasa, 21/07/2026
Kewajiban Suami Mengajarkan Ilmu Agama Bagi Anak Istri Ilustrasi suami membimbing keluarga

Terasmuslim.com - Kedudukan seorang suami sebagai kepala keluarga membawa amanah besar yang tidak hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan materi semata.

Tanggung jawab utama yang paling krusial bagi seorang pemimpin rumah tangga adalah membimbing serta mendidik anak dan istrinya dengan ilmu agama.

Membiarkan anggota keluarga awam terhadap ajaran Islam merupakan bentuk kelalaian besar yang dapat mengancam keselamatan mereka di akhirat.

Allah SWT secara tegas memerintahkan para kepala keluarga melalui firman-Nya dalam Surah At-Tahrim ayat 6 untuk memelihara diri dan keluarga dari api neraka.

Ayat mulia ini menjadi landasan utama bahwa pendidikan tauhid, ibadah, dan akhlak dalam rumah tangga adalah kewajiban mutlak seorang suami.

Rasulullah SAW juga menegaskan peran kepemimpinan ini dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim bahwa setiap lelaki adalah pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban.

Pertanggungjawaban tersebut mencakup sejauh mana seorang suami telah mengajarkan hukum-hukum dasar Islam dan membimbing ibadah keseharian anak istrinya.

Jika seorang suami merasa memiliki keterbatasan ilmu, maka ia wajib memfasilitasi dan mengizinkan keluarganya untuk menuntut ilmu kepada ahlinya.

Proses pendidikan agama yang konsisten di dalam rumah akan membentuk pilar karakter keluarga yang kokoh, berakhlak mulia, dan penuh keberkahan.

Di Indonesia, tanggung jawab kepala keluarga dalam bidang pendidikan ini diakui dan diatur secara resmi oleh regulasi pemerintah.

Kompilasi Hukum Islam (KHI) Pasal 79 ayat 1 secara tegas menetapkan bahwa suami adalah pembimbing kehidupan rumah tangga dan pelindung bagi keluarganya.

Selanjutnya, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 26 menegaskan kewajiban orang tua dalam mengasuh, memelihara, dan mendidik anak.

Regulasi negara tersebut mewajibkan orang tua untuk memberikan pendidikan karakter dan spiritual demi tumbuh kembang anak secara optimal.

Sinergi antara ajaran syariat Islam dan hukum positif di Indonesia ini menunjukkan betapa pentingnya peran keluarga sebagai lembaga pendidikan terdepan.

Oleh karena itu, setiap suami hendaknya bertindak aktif memimpin pendidikan agama demi terwujudnya ikatan keluarga yang bahagia lahir dan batin.