• KEISLAMAN

Bahaya Menghilangkan Barang Bukti dan Sanksinya dalam Islam

Yahya Sukamdani | Kamis, 05/11/2026
Bahaya Menghilangkan Barang Bukti dan Sanksinya dalam Islam Ilustrasi barang bukti di pengadilan

Terasmuslim.com - Tindakan menghilangkan atau merusak barang bukti guna menghalangi proses penyidikan merupakan perbuatan khianat yang sangat dicela dalam Islam.

Perbuatan tercela ini mencederai prinsip keadilan substantif yang senantiasa dijunjung tinggi oleh syariat Islam dalam menyelesaikan berbagai perkara.

Pelaku yang sengaja menyembunyikan kebenaran demi kepentingan duniawi sedang menjerumuskan dirinya ke dalam lembah dosa yang membinasakan.

Allah Subhanahu wa Ta`ala dengan tegas mengecam orang-orang yang menyembunyikan kebenaran di dalam Al-Qur`an Surah Al-Baqarah ayat 42.

Ayat tersebut melarang keras umat Islam untuk mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan serta menyembunyikan kebenaran padahal mereka mengetahuinya.

Dalam perspektif hukum Islam dan fiqih jinayah, upaya mengaburkan fakta hukum digolongkan sebagai tindakan persekongkolan dalam kejahatan.

Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam memberikan peringatan keras terhadap setiap bentuk kecurangan dan upaya memutarbalikkan fakta demi membela kebatilan.

Peringatan ini tercantum dalam hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu `anhuma.

Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi wa sallam melaknat orang yang mengubah batas tanah atau membantu pelaku kejahatan untuk melarikan diri dari hukuman.

Dampak buruk dari tindakan menghilangkan barang bukti ini sangat luas karena dapat merampas hak-hak korban yang dizalimi di hadapan hukum.

Hal ini bertentangan secara frontal dengan perintah Allah Subhanahu wa Ta`ala untuk senantiasa berlaku adil bahkan terhadap diri sendiri maupun kerabat.

Oleh karena itu, setiap muslim wajib menjauhi segala bentuk manipulasi, kebohongan, dan rekayasa yang dapat merusak tegaknya keadilan di muka bumi.

Kesadaran akan pengawasan Allah Subhanahu wa Ta`ala yang Maha Mengetahui segala sesuatu harus menjadi kendali utama dalam bersikap dan bertindak.

Mari jadikan momentum penegakan hukum ini sebagai pengingat untuk selalu menjunjung tinggi kejujuran demi keselamatan di dunia dan akhirat.

Semoga Allah Ta`ala senantiasa melindungi kita dari perbuatan curang dan melimpahkan taufik-Nya untuk menegakkan kebenaran yang hakiki.