• KEISLAMAN

Amalan Doa Memohon Mimpi Baik Menurut Sunnah Nabi

Yahya Sukamdani | Kamis, 29/10/2026
Amalan Doa Memohon Mimpi Baik Menurut Sunnah Nabi Ilustrasi foto berdoa sebelum tidur

Terasmuslim.com - Mimpi yang baik atau ru`ya shalihah merupakan salah satu bentuk kabar gembira dan karunia spiritual dari Allah SWT bagi hamba-Nya.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa mimpi yang benar dan baik adalah bagian dari empat puluh enam bagian kenabian.

Dalam riwayat Sahih Bukhari dan Muslim, Nabi SAW bersabda, "Mimpi yang baik berasal dari Allah, sedangkan mimpi buruk berasal dari setan."

Pentingnya meraih mimpi yang baik membuat para ulama menuntunkan adab dan doa sebelum beranjak tidur sesuai tuntunan sunnah.

Salah satu firman Allah SWT dalam Surah Az-Zumar ayat 42 menegaskan bahwa Allah-lah yang memegang jiwa manusia saat tertidur.

Dalam ayat tersebut disebutkan, "Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya."

Mengingat kondisi tidur adalah fase di bawah kekuasaan Allah, memohon perlindungan dan kebaikan mimpi menjadi sangat penting bagi setiap Muslim.

Istri Rasulullah SAW, Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu `anha, senantiasa membaca doa khusus sebelum tidur agar dianugerahi mimpi yang jujur dan membawa kebaikan.

Dalam riwayat Ibnu As-Sunni, Aisyah ra membaca doa: "Allahumma inni as-aluka ru`yan shalihatan, shadiqatan ghaira kadzibatin, nafi`atan ghaira dharratin."

Doa tersebut bermakna memohon kepada Allah mimpi yang baik, jujur tanpa kedustaan, serta bermanfaat tanpa membawa kemudaratan.

Selain membaca doa, memelihara wudhu sebelum tidur merupakan adab utama agar jiwa tetap berada dalam kesucian dan naungan malaikat.

Membaca ayat Kursi serta surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas juga menjadi benteng ampuh dari gangguan mimpi buruk bisikan setan.

Jika seseorang mengalami mimpi yang baik, sunnah mengajarkan untuk memuji Allah dan boleh menceritakannya kepada orang yang disayangi.

Sebaliknya, jika bermimpi buruk, hendaknya berlindung kepada Allah, menepuk isyarat ke kiri tiga kali, dan tidak menceritakannya kepada siapa pun.

Menjaga amalan doa tidur ini tidak hanya mendatangkan kedamaian jiwa, tetapi juga menjadi sarana memperkuat iman dan ketakwaan.