• KEISLAMAN

Keutamaan dan Makna Dahsyat Kalimat Hauqalah

Yahya Sukamdani | Kamis, 29/10/2026
Keutamaan dan Makna Dahsyat Kalimat Hauqalah Ilustrasi foto sedang berdzikir

Terasmuslim.com - Kalimat Laa haula wa laa quwwata illa billah atau yang sering disebut sebagai kalimat hauqalah memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam.

Secara bahasa, kalimat ini bermakna bahwa tidak ada daya untuk menghindari kemaksiatan dan tidak ada kekuatan untuk melakukan ketaatan kecuali atas pertolongan Allah SWT.

Rasulullah SAW menegaskan keutamaan luar biasa dari bacaan ini sebagai salah satu tabungan harta simpanan di dalam surga.

Dalam riwayat Sahih Bukhari dan Muslim, Nabi SAW bersabda kepada Abu Musa Al-Asy`ari, "Maukah aku tunjukkan kepadamu salah satu simpanan dari simpanan-simpanan surga? Yaitu Laa haula wa laa quwwata illa billah."

Kalimat yang ringkas ini mencerminkan rasa tawakal dan kepasrahan total seorang hamba hanya kepada kekuasaan Allah yang Maha Luas.

Prinsip kepasrahan ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Kahf ayat 39 yang mengingatkan pentingnya menyadari seluruh kekuatan hanya milik-Nya.

Dalam ayat tersebut Allah berfirman, "Mengapa kamu tidak mengucapkan saat memasuki kebunmu `Masya Allah, laa quwwata illa billah` (Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya)."

Para ulama menjelaskan bahwa mengamalkan zikir ini secara rutin dapat membuka pintu-pintu kemudahan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup yang berat.

Ketika seorang Muslim membaca kalimat hauqalah, ia secara sadar melepaskan kesombongan diri dan mengakui kelemahan mutlak di hadapan Sang Pencipta.

Riwayat Imam At-Tirmidzi juga menyebutkan bahwa kalimat ini merupakan salah satu dari pintu-pintu surga yang sangat dianjurkan untuk diperbanyak bacaannya.

Selain menjadi simpanan pahala di akhirat, zikir hauqalah juga berfungsi sebagai pelindung jiwa dari sifat sombong dan ujub atas keberhasilan duniawi.

Syaikhul Islam Ibn Taimiyah menegaskan bahwa kalimat ini adalah kalimat permohonan pertolongan (isti`anah), bukan sekadar kalimat musibah (istirja`).

Oleh karena itu, setiap kali manusia merasa lelah dan tidak berdaya, kalimat ini menjadi muara kekuatan spiritual yang menentramkan hati.

Membiasakan lisan bertasbih dengan kalimat hauqalah dalam aktivitas sehari-hari akan mendatangkan ketenangan serta keberkahan hidup yang berlimpah.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing lisan dan hati kita untuk selalu bersandar hanya kepada kekuasaan dan pertolongan-Nya.