Ilustrasi shalat fajr
Terasmuslim.com - Di tengah maraknya fenomena masyarakat modern yang gemar membagikan seluruh kisah hidupnya di media sosial, seorang muslim sejatinya memiliki tempat mengadu yang jauh lebih aman.
Menuangkan segala keluh kesah hanya kepada Allah Ta`ala melalui doa merupakan pilihan terbaik yang menenangkan jiwa dan menjaga kehormatan seorang hamba.
Sampaikanlah seluruh rasa takut yang menghantui, duka yang menindih, hingga sejuta harapan besar yang ingin dicapai dalam sujud-sujud panjangmu.
Allah SWT adalah Zat Yang Maha Mengetahui segala bentuk maslahat serta mudharat yang paling tepat bagi seluruh hamba-Nya.
Sikap mengadu hanya kepada Allah ini meneladani Nabi Ya`qub AS sebagaimana tertuang dalam Surah Yusuf ayat 86: "Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku."
Allah SWT juga senantiasa membuka pintu-Nya lebar-lebar dan berjanji mengabulkan setiap seruan hamba yang memohon kepada-Nya, sesuai firman-Nya dalam Surah Ghafir ayat 60.
Namun, agar permohonan tersebut berbuah manis, salah satu kunci utamanya adalah bersabar dalam mengulang-ulang doa tanpa kenal lelah.
Keistiqamahan untuk terus meminta menunjukkan betapa besarnya ketergantungan dan kerendahan hati seorang hamba di hadapan Sang Pencipta.
Rasulullah SAW sangat menyukai hamba yang gigih dan terus-menerus memohon dalam doanya, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits yang sahih.
Selain itu, seorang muslim dituntut untuk tidak bersikap tergesa-gesa atau menuntut agar doanya langsung terlihat hasilnya saat itu juga.
Rasulullah SAW mengingatkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim: "Doa salah seorang di antara kalian akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa."
Sikap tergesa-gesa yang dimaksud adalah ketika seseorang mengeluh telah berdoa berulang kali tetapi merasa doanya tidak kunjung diijabah.
Percayalah bahwa setiap untaian doa yang terucap tidak akan pernah sia-sia, karena Allah selalu memberikan yang terbaik pada waktu yang paling tepat.
Menjadikan sajadah sebagai tempat utama untuk oversharing akan menghindarkan diri kita dari kekecewaan akibat berharap pada manusia.
Mari kembalikan setiap penat dan kerinduan hidup kita ke hadirat-Nya, sebab hanya di hadapan Allah-lah curahan hati kita bernilai ibadah dan pahala.