Ilustrasi foto hidup dalam kesederhanaan
Terasmuslim.com - Rasulullah SAW merupakan teladan tertinggi dalam menunjukkan betapa indahnya sikap qanaah atau merasa cukup atas segala ketetapan rezeki dari Allah.
Meskipun memegang kedudukan sebagai pemimpin tertinggi umat Islam dan menguasai berbagai wilayah, Beliau sama sekali tidak pernah menumpuk harta benda.
Kedudukan mulia yang dimiliki tidak lantas membuat Rasulullah SAW tergiur untuk mengubah gaya hidupnya menjadi serbamewah atau bergelimang kemegahan.
Rumah kediaman Beliau amat bersahaja, bahkan alas tidurnya yang terbuat dari pelepah kurma sering kali meninggalkan bekas pada tubuh mulia Beliau.
Allah SWT telah memberikan arahan tegas dalam Al-Qur`an agar manusia tidak terpesona oleh gemerlap perhiasan dunia yang sifatnya sementara.
Dalam Surah Taha ayat 131, Allah SWT berfirman, "Dan janganlah engkau tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia."
Ayat ini mengingatkan bahwa kenikmatan materi hanyalah ujian fana, sedangkan karunia dan rezeki dari Allah di akhirat jauh lebih baik serta kekal.
Ketenangan jiwa Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi berbagai masa sulit bersumber dari kelapangan hati dan rasa syukur yang tiada hentinya.
Rasulullah SAW mendefinisikan kekayaan sejati bukanlah diukur dari banyaknya materi, melainkan dari rasa cukup yang bersemayam di dalam jiwa.
Dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim, Beliau bersabda, "Kaya itu bukanlah dengan banyaknya harta, tetapi kaya itu adalah kaya jiwa (hati yang merasa cukup)."
Sifat qanaah membuat seorang pemimpin terhindar dari perilaku koruptif, keserakahan kekuasaan, dan rasa cemas akan kehilangan materi duniawi.
Nabi SAW juga mengajarkan doa agar diberikan rezeki yang secukupnya untuk memenuhi kebutuhan pokok tanpa berlebihan, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Prinsip hidup bersahaja ini membawa kedamaian batin serta keteguhan mental yang sangat kokoh dalam melewati roda dinamika kehidupan.
Meneladani Rasulullah SAW berarti belajar melepaskan ketergantungan hati dari kemewahan serta senantiasa bersyukur atas setiap rezeki yang ada.
Semoga kita mampu melatih diri untuk hidup qanaah, sehingga jiwa kita senantiasa tenang dan lapang di tengah ketidakpastian dunia.