• KEISLAMAN

Jabatan dan Kekuasaan Pasti Dimintai Pertanggungjawaban Akhirat

Yahya Sukamdani | Senin, 20/07/2026
Jabatan dan Kekuasaan Pasti Dimintai Pertanggungjawaban Akhirat Ilustrasi foto pemimpin masuk neraka

Terasmuslim.com - Setiap kedudukan, jabatan, dan wewenang yang dipegang manusia di dunia pada hakikatnya adalah ujian keimanan yang bersifat sementara.

Banyak manusia terbuai oleh gemerlapnya kekuasaan hingga melupakan bahwa ada hari perhitungan yang sangat teliti di akhirat kelak.

Islam menuntun umatnya untuk selalu mengingat yaumul hisab sebagai rem darurat agar tidak sewenang-wenang dalam memimpin.

Allah Subhanahu wa Ta`ala memberikan peringatan keras mengenai hari pertanggungjawaban ini dalam Al-Qur`an Surat As-Sajdah ayat 25.

"Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang memberikan keputusan di antara mereka pada hari kiamat tentang apa yang dahulu mereka perselisihkan." (QS. As-Sajdah: 25).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga mengingatkan garis besar tanggung jawab setiap individu melalui hadist riwayat Bukhari.

"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya." (HR. Bukhari).

Di panggung dunia, para pejabat memang wajib mempertanggungjawabkan kinerjanya berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN.

Regulasi tersebut mengatur mekanisme pelaporan kekayaan dan kinerja yang ketat demi menjaga amanah konstitusi negara Indonesia.

Pemerintah juga menyediakan lembaga pengawas formal seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit setiap rupiah uang rakyat yang digunakan.

Namun, seketat apa pun hukum buatan manusia, pengadilan akhirat Allah jauh lebih detail dan tidak akan ada satu pun kecurangan yang luput.

Seluruh anggota tubuh dan saksi alam akan berbicara membeberkan fakta yang sebenarnya terjadi di balik ruang-ruang tertutup kekuasaan.

Pemimpin yang memanipulasi regulasi demi memperkaya diri atau kelompoknya akan menghadapi keadilan hakiki yang tidak mengenal konsep banding.

Kesadaran akan dahsyatnya hisab akhirat ini seharusnya menjadi landasan moral tertinggi bagi setiap aparatur sipil negara dalam bertugas.

Ketika rasa takut kepada Allah tertanam kuat, maka penegakan hukum dan keadilan sosial di Indonesia akan berjalan secara otomatis tanpa paksaan.

Oleh karena itu, jagalah amanah jabatan dengan sebaik-baiknya sebelum ajal menjemput dan mengantar kita ke mahkamah yang sesungguhnya.